Tur Keliling Australia, Voice of Baceprot Teriakkan Soal Penggusuran Tanah Masyarakat
Esti setiyowati
Jum'at, 25 Oktober 2024 - 05:00 WIB
Voice of Baceprot menggelar tur Australia untuk pertama kali bertajuk Voice of Baceprot - The Inaugural Australian Tour 2024
Voice of Baceprot menggelar tur Australia untuk pertama kalinya. Tur bertajuk "Voice of Baceprot - The Inaugural Australian Tour 2024" ini mengawali perjalanannya di panggung The Brightside Brisbane pada Rabu (23/10/2024) kemarin.
Di panggung ini Firda Marsya Kurnia (vokal, gitar), Widi Rahmawati (bass) dan Euis Siti Aisyah (drum) membawakan sejumlah lagu andalan di antaranya Mighty Island dan Rumah Tanah Tak Dijual.
Lagu "Rumah Tanah Tak Dijual" berisikan kritik sosial tentang penggusuran tanah masyarakat yang kerap terjadi di Indonesia.
Voice of Baceprot (VoB) menciptakan lagu ini sebagai bentuk perlawanan pada aksi penggusuran yang dinilai sewenang-wenang.
Rumah Tanah Tak Dijual sendiri dibuat oleh VoB pada tahun 2017.
"Ya, setelah cukup lama terendap, lagu ini seperti menemukan ruang kebebasannya. Kami merasai betul adrenalin terasa begitu meluap-luap kala bait-bait sumir dari lagu ini mengalun dalam balutan distorsi yang kekanak-kanakan, namun lugas, keras, dan gelap," tulis VoB dalam unggahan video di Instagram resmi, dikutip Kamis (24/10/2024).
Melalui musik cadas, VoB yakin segala kritik sosial bisa tersampaikan dan terpatri di benak dan pikiran pendengarnya.
Di panggung ini Firda Marsya Kurnia (vokal, gitar), Widi Rahmawati (bass) dan Euis Siti Aisyah (drum) membawakan sejumlah lagu andalan di antaranya Mighty Island dan Rumah Tanah Tak Dijual.
Lagu "Rumah Tanah Tak Dijual" berisikan kritik sosial tentang penggusuran tanah masyarakat yang kerap terjadi di Indonesia.
Voice of Baceprot (VoB) menciptakan lagu ini sebagai bentuk perlawanan pada aksi penggusuran yang dinilai sewenang-wenang.
Rumah Tanah Tak Dijual sendiri dibuat oleh VoB pada tahun 2017.
"Ya, setelah cukup lama terendap, lagu ini seperti menemukan ruang kebebasannya. Kami merasai betul adrenalin terasa begitu meluap-luap kala bait-bait sumir dari lagu ini mengalun dalam balutan distorsi yang kekanak-kanakan, namun lugas, keras, dan gelap," tulis VoB dalam unggahan video di Instagram resmi, dikutip Kamis (24/10/2024).
Melalui musik cadas, VoB yakin segala kritik sosial bisa tersampaikan dan terpatri di benak dan pikiran pendengarnya.