Miris! Susan Sarandon Diblacklist Hollywood Gara-gara Dukung Palestina
Nabil
Senin, 11 November 2024 - 06:14 WIB
Miris! Susan Sarandon Diblacklist Hollywood Gara-gara Dukung Palestina
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Susan Sarandon, aktris Hollywood ternama, baru saja mengungkapkan bahwa dirinya mengalami 'blacklist' dari industri film Hollywood setelah memberikan komentar mendukung Palestina dalam sebuah demonstrasi tahun lalu.
Dalam wawancara eksklusif dengan The Times, aktivis senior berusia 78 tahun ini mengaku kehilangan kontrak dengan agensinya dan beberapa proyek dibatalkan setelah dia menghadiri aksi demonstrasi di New York City pada November lalu.
Saat demonstrasi tersebut, Sarandon menyampaikan kepada massa bahwa banyak orang "takut menjadi Yahudi saat ini, dan mereka merasakan bagaimana rasanya menjadi Muslim di negara ini, yang sering mengalami kekerasan," seperti dilaporkan The Independent.
Meskipun dia telah meminta maaf atas ucapannya yang menuai kritik, Sarandon mengaku dijadikan "contoh apa yang tidak boleh dilakukan jika ingin terus berkarir di Hollywood."
"Banyak orang kehilangan pekerjaan sejak November tahun lalu. Mulai dari petugas kebersihan, penulis, pelukis, pekerja kafetaria, hingga guru pengganti yang dipecat karena menulis tweet, menyukai tweet, atau meminta gencatan senjata," ungkapnya.
Sarandon juga mengungkapkan bahwa agennya mengundurkan diri setelah kontroversi tersebut. Ketika ditanya apakah dia masih akan ditawari peran dalam film-film berbudget besar, Sarandon menjawab: "Saya tidak tahu. Sepertinya tidak ada tawaran dari Hollywood."
Sejak demonstrasi tersebut, aktris senior ini terus menyerukan gencatan senjata di Gaza. Dalam permintaan maafnya terkait ucapan saat demonstrasi, Sarandon mengatakan: "Saya sangat menyesal telah meremehkan realitas ini dan menyakiti perasaan orang-orang dengan komentar saya. Niat saya adalah menunjukkan solidaritas dalam perjuangan melawan segala bentuk diskriminasi, dan saya minta maaf karena gagal melakukannya."
Dalam wawancara eksklusif dengan The Times, aktivis senior berusia 78 tahun ini mengaku kehilangan kontrak dengan agensinya dan beberapa proyek dibatalkan setelah dia menghadiri aksi demonstrasi di New York City pada November lalu.
Saat demonstrasi tersebut, Sarandon menyampaikan kepada massa bahwa banyak orang "takut menjadi Yahudi saat ini, dan mereka merasakan bagaimana rasanya menjadi Muslim di negara ini, yang sering mengalami kekerasan," seperti dilaporkan The Independent.
Meskipun dia telah meminta maaf atas ucapannya yang menuai kritik, Sarandon mengaku dijadikan "contoh apa yang tidak boleh dilakukan jika ingin terus berkarir di Hollywood."
"Banyak orang kehilangan pekerjaan sejak November tahun lalu. Mulai dari petugas kebersihan, penulis, pelukis, pekerja kafetaria, hingga guru pengganti yang dipecat karena menulis tweet, menyukai tweet, atau meminta gencatan senjata," ungkapnya.
Sarandon juga mengungkapkan bahwa agennya mengundurkan diri setelah kontroversi tersebut. Ketika ditanya apakah dia masih akan ditawari peran dalam film-film berbudget besar, Sarandon menjawab: "Saya tidak tahu. Sepertinya tidak ada tawaran dari Hollywood."
Sejak demonstrasi tersebut, aktris senior ini terus menyerukan gencatan senjata di Gaza. Dalam permintaan maafnya terkait ucapan saat demonstrasi, Sarandon mengatakan: "Saya sangat menyesal telah meremehkan realitas ini dan menyakiti perasaan orang-orang dengan komentar saya. Niat saya adalah menunjukkan solidaritas dalam perjuangan melawan segala bentuk diskriminasi, dan saya minta maaf karena gagal melakukannya."