Pertemuan Bilateral Indonesia-Hongkong, Mendag Budi Dorong Perdagangan dan Peningkatan Investasi Sektor Berorientasi Ekspor
Tim langit 7
Kamis, 14 November 2024 - 21:36 WIB
Pertemuan Bilateral Indonesia-Hongkong, Mendag Budi Dorong Perdagangan dan Peningkatan Investasi Sektor Berorientasi Ekspor
LANGIT7.ID-, Lima- - Menteri Perdagangan RI Budi Santoso menyampaikan, potensi perdagangan dan investasi Indonesia–Hongkong, Tiongkok, dapat dilakukan melalui kerja sama konstruktif antara kedua negara. Selain itu, Mendag Budi juga berharap adanya peningkatan minat investor Hongkong di sektor berorientasi ekspor.
Mendag Budi menyampaikan hal itu pada pertemuan bilateral dengan Sekretaris Perdagangan dan Pembangunan Ekonomi Hongkong, Algernon Yau. Pertemuan bilateral berlangsung pada Rabu, (13/11) di Lima, Peru, di sela APEC Economic Leaders’ Week (AELW) 2024. Dalam pertemuan itu, Mendag Budi didampingi Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kemendag, Djatmiko Bris Witjaksono.
“Kerja sama konstruktif antara Indonesia dan Hongkong dapat dilakukan untuk mengoptimalkan potensi perdagangan kedua negara. Selain itu, Indonesia berharap investor Hongkong dapat berinvestasi pada sektor-sektor berorientasi ekspor, seperti kesehatan, makanan, dan perikanan,” kata Mendag Budi dalam keterangan resmi, Kamis (14/11/2024).
Baca juga: SIAL Interfood 2024: Wamendag Roro Esti Dorong UMKM Go International Lewat Pameran Makanan Terbesar Dunia
Pada pertemuan bilateral tersebut, Mendag Budi juga mengapresiasi asistensi teknis dan program peningkatan kapasitas yang diberikan Hongkong melalui program kerja sama ekonomi dan teknis (ecotech) sebagai bagian dari Perjanjian Perdagangan Bebas ASEAN-Hongkong, Tiongkok (Hong Kong, China Free Trade Agreement /AHKFTA). Tidak hanya itu, Mendag Budi menyambut baik perpanjangan program tersebut hingga tahun 2029.
“Indonesia mencatat kesuksesan program tersebut untuk memperkuat kapasitas pemangku kepentingan dan membina hubungan antara UKM dan pejabat dari ASEAN maupun Hongkong,” tambah Mendag Budi.
Sementara itu, Hongkong menawarkan program beasiswa di bidang sains, arstitektur, akuntansi, dan hukum di lima universitas ternama di Hongkong. Hongkong menyampaikan, Indonesia dapat memanfaatkan penawaran beasiswa tersebut.
Mendag Budi menyampaikan hal itu pada pertemuan bilateral dengan Sekretaris Perdagangan dan Pembangunan Ekonomi Hongkong, Algernon Yau. Pertemuan bilateral berlangsung pada Rabu, (13/11) di Lima, Peru, di sela APEC Economic Leaders’ Week (AELW) 2024. Dalam pertemuan itu, Mendag Budi didampingi Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kemendag, Djatmiko Bris Witjaksono.
“Kerja sama konstruktif antara Indonesia dan Hongkong dapat dilakukan untuk mengoptimalkan potensi perdagangan kedua negara. Selain itu, Indonesia berharap investor Hongkong dapat berinvestasi pada sektor-sektor berorientasi ekspor, seperti kesehatan, makanan, dan perikanan,” kata Mendag Budi dalam keterangan resmi, Kamis (14/11/2024).
Baca juga: SIAL Interfood 2024: Wamendag Roro Esti Dorong UMKM Go International Lewat Pameran Makanan Terbesar Dunia
Pada pertemuan bilateral tersebut, Mendag Budi juga mengapresiasi asistensi teknis dan program peningkatan kapasitas yang diberikan Hongkong melalui program kerja sama ekonomi dan teknis (ecotech) sebagai bagian dari Perjanjian Perdagangan Bebas ASEAN-Hongkong, Tiongkok (Hong Kong, China Free Trade Agreement /AHKFTA). Tidak hanya itu, Mendag Budi menyambut baik perpanjangan program tersebut hingga tahun 2029.
“Indonesia mencatat kesuksesan program tersebut untuk memperkuat kapasitas pemangku kepentingan dan membina hubungan antara UKM dan pejabat dari ASEAN maupun Hongkong,” tambah Mendag Budi.
Sementara itu, Hongkong menawarkan program beasiswa di bidang sains, arstitektur, akuntansi, dan hukum di lima universitas ternama di Hongkong. Hongkong menyampaikan, Indonesia dapat memanfaatkan penawaran beasiswa tersebut.