Wamendag Roro Tekankan Pentingnya Kewirausahaan untuk Wujudkan Indonesia Emas 2045
Tim langit 7
Kamis, 14 November 2024 - 22:05 WIB
Wamendag Roro Tekankan Pentingnya Kewirausahaan untuk Wujudkan Indonesia Emas 2045
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri menekankan pentingnya kewirausahaan untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045. Bagi Wamendag Roro, kewirausahaan merupakan salah satu modal penting untuk mendukung visi pemerintah pada 2025—2029 di bawah kepemimpinan Presiden RI Prabowo Subianto yaitu Bersama Indonesia Maju Menuju Indonesia Emas 2045.
Demikian disampaikan Wamendag Roro dalam kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Tingkat Daerah (Diklatda) 2024 Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Jakarta Raya (HIPMI Jaya) pada hari ini, Kamis (14/11) di The Ritz-Carlton Jakarta, Pacific Place, Jakarta. Diklatda tersebut mengusung tema “Transformasi Pengusaha Muda Jakarta: Sebagai Katalisator Jakarta Kota Global Maju, Merata, dan Berkelanjutan”.
“Visi pemerintah untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045 salah satunya adalah mendorong kewirausahaan. Untuk itu, dalam hal kewirausahaan, para pelaku usaha, khususnya para anggota HIPMI Jaya harus bisa memanfaatkan peluang untuk berkembang,” ujar Wamendag Roro dalam keterangan resmi, Kamis (14/11/2024).
Baca juga: Kuliah Umum di Universitas Pertamina, Wamendag Roro: Bonus Demografi Indonesia Aset Penting Menuju Indonesia Emas 2045
Wamendag Roro menjelaskan, Indonesia memiliki berbagai peluang perdagangan. Peluang tersebut di antaranya potensi berbagai mineral kritis, pasar dalam negeri yang besar, stabilitas politik dan ekonomi, serta bonus demografi dan potensi generasi muda Indonesia.
Terkait hal tersebut, pemerintah cukup adaptif dan responsif terhadap berbagai tantangan perdagangan nasional maupun global untuk mendukung pertumbuhan ekonomi sebesar delapan persen pada 2029. Beberapa tantangan tersebut meliputi isu lingkungan dan perubahan iklim, perkembangan geopolitik global, perubahan demografi global, disrupsi ekonomi dan keuangan digital, gangguan rantai pasok global, gejolak harga pangan dan energi, serta pergeseran status ekonomi negara kurang berkembang (Least Developed Countries/LDCs).
Berdasarkan data beberapa indeks daya saing global, capaian Indonesia di tingkat dunia terus meningkat. Indonesia berada pada peringkat 18 dalam Indeks Perdagangan Berkelanjutan (Sustainable Trade Index/STI) dan posisi 27 dalam Peringkat Daya Saing Dunia (World Competitiveness Ranking/WCR). Selain itu, Indonesia menduduki posisi 45 dalam Peringkat Daya Saing Digital Dunia (World Digital Competitiveness Ranking/WDCR) dan peringkat 54 dalam Indeks Inovasi Global (Global Innovation Index/GII).
Demikian disampaikan Wamendag Roro dalam kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Tingkat Daerah (Diklatda) 2024 Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Jakarta Raya (HIPMI Jaya) pada hari ini, Kamis (14/11) di The Ritz-Carlton Jakarta, Pacific Place, Jakarta. Diklatda tersebut mengusung tema “Transformasi Pengusaha Muda Jakarta: Sebagai Katalisator Jakarta Kota Global Maju, Merata, dan Berkelanjutan”.
“Visi pemerintah untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045 salah satunya adalah mendorong kewirausahaan. Untuk itu, dalam hal kewirausahaan, para pelaku usaha, khususnya para anggota HIPMI Jaya harus bisa memanfaatkan peluang untuk berkembang,” ujar Wamendag Roro dalam keterangan resmi, Kamis (14/11/2024).
Baca juga: Kuliah Umum di Universitas Pertamina, Wamendag Roro: Bonus Demografi Indonesia Aset Penting Menuju Indonesia Emas 2045
Wamendag Roro menjelaskan, Indonesia memiliki berbagai peluang perdagangan. Peluang tersebut di antaranya potensi berbagai mineral kritis, pasar dalam negeri yang besar, stabilitas politik dan ekonomi, serta bonus demografi dan potensi generasi muda Indonesia.
Terkait hal tersebut, pemerintah cukup adaptif dan responsif terhadap berbagai tantangan perdagangan nasional maupun global untuk mendukung pertumbuhan ekonomi sebesar delapan persen pada 2029. Beberapa tantangan tersebut meliputi isu lingkungan dan perubahan iklim, perkembangan geopolitik global, perubahan demografi global, disrupsi ekonomi dan keuangan digital, gangguan rantai pasok global, gejolak harga pangan dan energi, serta pergeseran status ekonomi negara kurang berkembang (Least Developed Countries/LDCs).
Berdasarkan data beberapa indeks daya saing global, capaian Indonesia di tingkat dunia terus meningkat. Indonesia berada pada peringkat 18 dalam Indeks Perdagangan Berkelanjutan (Sustainable Trade Index/STI) dan posisi 27 dalam Peringkat Daya Saing Dunia (World Competitiveness Ranking/WCR). Selain itu, Indonesia menduduki posisi 45 dalam Peringkat Daya Saing Digital Dunia (World Digital Competitiveness Ranking/WDCR) dan peringkat 54 dalam Indeks Inovasi Global (Global Innovation Index/GII).