Wujudkan Visi Indonesia Emas 2045, Luhut: Perlu Pertumbuhan Ekonomi Stabil
Tim langit 7
Sabtu, 23 November 2024 - 10:00 WIB
ilustrasi
Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Panjaitan menyampaikan, untuk mencapai Visi Indonesia Emas 2045 memerlukan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang stabil dan berkelanjutan. Kondisi tersebut sangat bergantung pada komitmen terhadap efisiensi, transparansi, dan kolaborasi antar-sektor.
Hal itu Luhut sampaikan dalam diskusi panel Humanitarian Islam dan Pendekatan Agama terhadap Perdamaian di Timur Tengah yang digelar di aula kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Jakarta, Jumat (22/11/2024).
Menurut Luhut, optimisme Visi Indonesia Emas 2045 yang menargetkan Indonesia menjadi negara dengan perekonomian terbesar dan paling maju pada 2045. Dalam mencapainya, Indonesia perlu mempertahankan pertumbuhan ekonomi di atas 5 hingga 8 persen.
Dia juga menyebut, pengelolaan ekonomi dan sistem industri di Indonesia akan sangat bergantung pada peran anak-anak muda, termasuk generasi muda Nahdlatul Ulama (NU) mengingat jumlahnya yang besar dan punya peran penting dalam pembangunan ekonomi Indonesia ke depan.
Baca juga:Jelang Tanwir I, Aisyiyah Bahas Gerakan Perempuan Bersama Kowani dan Wanita Katolik
"Sekarang, kita harus membina anak-anak NU supaya mereka bisa meramu semua ini. Mereka yang akan memainkan peran besar dalam hal ini. NU memiliki peran yang sangat penting. Jadi, NU bagi kita itu sangat penting, dan harus kompak," kata Luhut.
Ekonomi dalam Pusaran Konflik Global Luhut dalam presentasinya juga memaparkan bahwa konflik Timur Tengah berpotensi memberikan dampak negatif terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia dan target pembangunan lainnya.
Hal itu Luhut sampaikan dalam diskusi panel Humanitarian Islam dan Pendekatan Agama terhadap Perdamaian di Timur Tengah yang digelar di aula kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Jakarta, Jumat (22/11/2024).
Menurut Luhut, optimisme Visi Indonesia Emas 2045 yang menargetkan Indonesia menjadi negara dengan perekonomian terbesar dan paling maju pada 2045. Dalam mencapainya, Indonesia perlu mempertahankan pertumbuhan ekonomi di atas 5 hingga 8 persen.
Dia juga menyebut, pengelolaan ekonomi dan sistem industri di Indonesia akan sangat bergantung pada peran anak-anak muda, termasuk generasi muda Nahdlatul Ulama (NU) mengingat jumlahnya yang besar dan punya peran penting dalam pembangunan ekonomi Indonesia ke depan.
Baca juga:Jelang Tanwir I, Aisyiyah Bahas Gerakan Perempuan Bersama Kowani dan Wanita Katolik
"Sekarang, kita harus membina anak-anak NU supaya mereka bisa meramu semua ini. Mereka yang akan memainkan peran besar dalam hal ini. NU memiliki peran yang sangat penting. Jadi, NU bagi kita itu sangat penting, dan harus kompak," kata Luhut.
Ekonomi dalam Pusaran Konflik Global Luhut dalam presentasinya juga memaparkan bahwa konflik Timur Tengah berpotensi memberikan dampak negatif terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia dan target pembangunan lainnya.