LANGIT7.ID-, Jakarta - - Setelah siswa atau peserta selesai mengikuti
Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan mendapatnya hasil nilai, masing-masing harus mendapatkan
Sertifikat Hasil Tes Kemampuan Akademik (SHTKA) resmi yang sah dan dapat diverifikasi.
Mulai dari pemerintah pusat, dinas pendidikan daerah, satuan pendidikan (sekolah), hingga peserta didik perlu menjalani proses lanjutan agar sertifikat TKA dapat diterima. Proses yang berlangsung secara bertahap ini dirancang untuk memastikan data peserta akurat, nilai yang diterbitkan sesuai, serta sertifikat yang diterima memiliki keabsahan yang terjamin.
Bila semua proses verifikasi di semua tahapan telah dilalui, maka sekolah kemudian mencetak dan mendistribusikan
SHTKA kepada peserta didik.
Waktu penerimaan sertifikat dapat berbeda di setiap daerah karena bergantung pada lamanya proses verifikasi biodata peserta oleh dinas pendidikan dan sekolah masing-masing. Setelah proses distribusi selesai, peserta menerima lembar SHTKA sebagai dokumen resmi hasil TKA.
Alur Singkat Penyampaian Sertifikat TKASecara sederhana, mekanisme penyampaian sertifikat hasil TKA berlangsung melalui tahapan berikut:
Pengumuman hasil TKA → Verifikasi oleh tim teknis daerah → Validasi pusat → Pencetakan DKHTKA → Pembukaan akses cetak → Verifikasi sekolah → Pencetakan SHTKA → Distribusi kepada peserta → Verifikasi keaslian melalui QR Code.
Melalui mekanisme berlapis ini, pemerintah memastikan bahwa setiap peserta menerima hasil TKA yang akurat, sah, dan mudah diverkasi kapan saja ketika diperlukan untuk keperluan pendidikan maupun administrasi lainnya.
Baca juga: Mekanisme Penyampaian Hasil dan Sertifikat TKA SD dan SMP Dilakukan BerlapisKeunggulan dan Keamanan Sertifikat Hasil TKASHTKA tidak hanya berisi hasil akademik peserta, tetapi juga dilengkapi berbagai fitur keamanan untuk menjamin keasliannya.
![Tiap Peserta TKA Wajib Memiliki Sertifikat, Simak Proses Mendapatkan SHTKA]()
(Contoh Sertifikat Hasil TKA/SHTKA)
Beberapa karakteristik SHTKA antara lain:1. Dicetak oleh Satuan Pendidikan. Sertifikat dicetak dan diterbitkan langsung oleh sekolah yang menjadi satuan pendidikan peserta.
2. Memiliki QR Code Verifikasi. Pada bagian bawah sertifikat terdapat QR Code (barcode) yang dapat digunakan untuk memverifikasi keabsahan sertifikat, baik secara offline maupun online.
3. Dilengkapi Tanda Tangan Elektronik. SHTKA telah dibubuhi Tanda Tangan Elektronik (TTE) dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, sehingga memiliki kekuatan autentikasi yang lebih kuat dibandingkan tanda tangan manual.
4. Dapat Diverifikasi Menggunakan Smartphone. Keaslian sertifikat dapat dicek dengan mudah menggunakan telepon pintar. Caranya:
- Buka aplikasi pemindai QR Code (QR Reader).
- Pindai QR Code yang terdapat pada sertifikat.
- Sistem akan menampilkan identitas peserta dan nilai mata pelajaran.
- Pengguna juga akan memperoleh tautan untuk melihat hasil sertifikat melalui sistem verifikasi resmi SHTKA.
5. Memiliki Kode Unik. Setiap SHTKA memiliki kode unik yang berbeda untuk setiap peserta didik. Dengan demikian, setiap sertifikat dapat ditelusuri dan diverifikasi secara individual.
Baca juga: Mengapa Rerata Nilai TKA Matematika Jeblok Dibanding Bahasa Indonesia? Tak Terkecuali Yogyakarta(lsi)