Gedung Putih Belum Capai Kesepakatan Gencatan Senjata Gaza, Situasi Masih Alot
Nabil
Senin, 02 Desember 2024 - 09:14 WIB
Gedung Putih Belum Capai Kesepakatan Gencatan Senjata Gaza, Situasi Masih Alot
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Gedung Putih tengah berupaya keras mencapai kesepakatan gencatan senjata dan pembebasan sandera di Gaza, namun situasi masih belum final. Penasihat Keamanan Nasional AS mengungkapkan hal tersebut kepada media pada Minggu.
"Kami bekerja aktif untuk mewujudkannya. Tim kami terlibat intens dengan pemain kunci di kawasan, dan aktivitas terus berlanjut hingga hari ini," kata Jake Sullivan, berdasarkan transkrip yang dirilis media.
"Akan ada pembicaraan dan konsultasi lebih lanjut. Harapan kami bisa menghasilkan gencatan senjata dan kesepakatan sandera, tapi kami belum sampai ke tahap itu," tambahnya. Pernyataan Sullivan muncul sehari setelah Israel menyerang target Hezbollah di Lebanon, beberapa hari setelah gencatan senjata rapuh dengan kelompok yang didukung Iran tersebut.
Baca juga: UNRWA Setop Pengiriman Bantuan ke Gaza Melalui Perlintasan Israel, Keamanan Jadi Alasan Utama
Mengenai konflik itu, Sullivan memuji kesepakatan gencatan senjata dan mengatakan AS bekerja sama dengan militer Lebanon untuk memastikan implementasi yang efektif. "Kita perlu melindungi dan memastikan kesepakatan ini terlaksana sepenuhnya," katanya.
Terkait serangan Israel, Sullivan menyatakan kedua pihak "memiliki hak sesuai hukum internasional untuk mengambil tindakan membela diri jika menghadapi ancaman."
Berbicara di Yerusalem pada Minggu, Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar mengatakan ada "indikasi" kemajuan dalam kesepakatan pembebasan sandera oleh Hamas di Gaza. "Ada tanda-tanda Hamas mungkin lebih fleksibel akibat perkembangan situasi, termasuk kesepakatan dengan Lebanon," ujarnya.
"Kami bekerja aktif untuk mewujudkannya. Tim kami terlibat intens dengan pemain kunci di kawasan, dan aktivitas terus berlanjut hingga hari ini," kata Jake Sullivan, berdasarkan transkrip yang dirilis media.
"Akan ada pembicaraan dan konsultasi lebih lanjut. Harapan kami bisa menghasilkan gencatan senjata dan kesepakatan sandera, tapi kami belum sampai ke tahap itu," tambahnya. Pernyataan Sullivan muncul sehari setelah Israel menyerang target Hezbollah di Lebanon, beberapa hari setelah gencatan senjata rapuh dengan kelompok yang didukung Iran tersebut.
Baca juga: UNRWA Setop Pengiriman Bantuan ke Gaza Melalui Perlintasan Israel, Keamanan Jadi Alasan Utama
Mengenai konflik itu, Sullivan memuji kesepakatan gencatan senjata dan mengatakan AS bekerja sama dengan militer Lebanon untuk memastikan implementasi yang efektif. "Kita perlu melindungi dan memastikan kesepakatan ini terlaksana sepenuhnya," katanya.
Terkait serangan Israel, Sullivan menyatakan kedua pihak "memiliki hak sesuai hukum internasional untuk mengambil tindakan membela diri jika menghadapi ancaman."
Berbicara di Yerusalem pada Minggu, Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar mengatakan ada "indikasi" kemajuan dalam kesepakatan pembebasan sandera oleh Hamas di Gaza. "Ada tanda-tanda Hamas mungkin lebih fleksibel akibat perkembangan situasi, termasuk kesepakatan dengan Lebanon," ujarnya.