Kasus Covid-19 di Jawa Timur Melandai, Sejumlah Destinasi Wisata Kembali Dibuka
Garry Talentedo Kesawa
Kamis, 16 September 2021 - 23:20 WIB
Destinasi Wisata Gunung Bromo (foto: iStock)
Sebanyak 154 destinasi wisata di Jawa Timur yang berada di level 1 dan 2 telah dibuka secara bertahap. Pembukaan kembali tempat wisata ini dikarenakan melandainya kasus Covid-19 yang terjadi di Jawa Timur.
Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, mengatakan jika pembukaan destinasi wisata di Jatim tak akan mengganggu kinerja pemerintah yang sedang berupaya keras menanggulangi kasus Covid-19 hingga ke level terendah.
"Justru ini bisa dijadikan strategi untuk mempercepat penciptaan kekebalan tubuh komunal atau herd immunity melalui vaksinasi. Dengan menyediakan stan-stan vaksinasi di tempat wisata, pengunjung bisa berwisata sambil vaksinasi," kata LaNyalla dalam keterangan resminya di Jakarta, Kamis (16/9).
Baca juga:Rumah Kebun Bili-Bili, Surganya Pemburu Foto Selfie
Pembukaan destinasi wisata juga menjadi kabar baik bagi para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang terdampak selama penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).
Kendati demikian, LaNyalla mengingatkan bahwa pembukaan tempat wisata juga harus memperhatikan perkembangan status level dan lonjakan angka positif Covid-19 di wilayah tersebut. Untuk itu, pemerintah perlu melakukan pengawasan ketat terhadap pengelolaan tempat wisata agar tidak terjadi klaster baru penularan Covid-19.
"Jangan sampai pembukaan tempat wisata malah menjadikan lonjakan positif COVID-19 kembali terjadi. Pengawasan harus dilakukan dengan sejumlah persyaratan, minimal pengunjung yang telah mendapatkan vaksin satu dosis suntik," ujarnya.
Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, mengatakan jika pembukaan destinasi wisata di Jatim tak akan mengganggu kinerja pemerintah yang sedang berupaya keras menanggulangi kasus Covid-19 hingga ke level terendah.
"Justru ini bisa dijadikan strategi untuk mempercepat penciptaan kekebalan tubuh komunal atau herd immunity melalui vaksinasi. Dengan menyediakan stan-stan vaksinasi di tempat wisata, pengunjung bisa berwisata sambil vaksinasi," kata LaNyalla dalam keterangan resminya di Jakarta, Kamis (16/9).
Baca juga:Rumah Kebun Bili-Bili, Surganya Pemburu Foto Selfie
Pembukaan destinasi wisata juga menjadi kabar baik bagi para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang terdampak selama penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).
Kendati demikian, LaNyalla mengingatkan bahwa pembukaan tempat wisata juga harus memperhatikan perkembangan status level dan lonjakan angka positif Covid-19 di wilayah tersebut. Untuk itu, pemerintah perlu melakukan pengawasan ketat terhadap pengelolaan tempat wisata agar tidak terjadi klaster baru penularan Covid-19.
"Jangan sampai pembukaan tempat wisata malah menjadikan lonjakan positif COVID-19 kembali terjadi. Pengawasan harus dilakukan dengan sejumlah persyaratan, minimal pengunjung yang telah mendapatkan vaksin satu dosis suntik," ujarnya.
(sof)