Kisah Amr bin Ash Protes Kenaikan Pajak di Masa Khalifah Utsman bin Affan
Tim langit 7
Senin, 09 Desember 2024 - 05:00 WIB
Kisah Amr bin Ash Protes Kenaikan Pajak di Masa Khalifah Utsman bin Affan
LANGIT7.ID-Jakarta;Amr bin Ash berhasil mengusir pasukan Romawi dari Mesir untuk kedua kalinya. Sayang, prestasi itu tidak membuat Khalifah Utsman menganggap penting. Khalifah tetap pada keputusan semula: menurunkan jabatan Amr bin Ash sebagai Gubernur Mesir dan menggantinya dengan Abdullah bin Sa'd bin Abi Sarh.
Muhammad Husain Haekal dalam bukunya berjudul "Usman bin Affan, Antara Kekhalifahan dengan Kerajaan" yang diterjemahkan dari bahasa Arab oleh Ali Audah (Pustaka Litera AntarNusa, 1987) menceritakan setelah Mesir aman pasca-hengkangnya pasukan Romawi, Utsman bin Affan membiarkan Amr bin Ash tetap di Mesir menunggu sampai Abdullah bin Sa'd bin Abi Sarh kembali dari medan perang di Afrika.
Peristiwa ini terjadi antara tahun 26 atau tahun 27 Hijriyah. Pada waktu itulah Utsman akan membatasi kekuasaan Amr hanya pada bidang kemiliteran, dan Abdullah bin Sa'd yang akan menjalankan pemerintahan dan administrasi keuangan.
Amr bin Ash melihat ini sebagai tantangan atas integritas dan kejujurannya, dan suatu isyarat bahwa kalaupun dia seorang panglima perang yang ulung, namun kebersihan pribadinya masih diragukan. Karenanya keinginan Utsman itu ditolaknya dengan mengatakan: "Saya seperti orang yang memegang dua tanduk sapi betina, orang lain yang memerah susunya."
Amr bin Ash lantas kembali ke Makkah membawa dendam dalam hatinya kepada Utsman. Sebagai bukti untuk dendamnya ini, Abdullah bin Sa'd mengirimkan hasil pajak Mesir itu, sementara Amr di Makkah, lebih banyak dari yang dikirimkan oleh Amr.
Kata Utsman ditujukan kepada Amr bin Ash: "Tahukah Anda bahwa tepung sari itu ternyata memberi hasil sesudah Anda?"
Dijawab oleh Amr: "Dan anak unta yang baru disapih itu akan binasa!"
Muhammad Husain Haekal dalam bukunya berjudul "Usman bin Affan, Antara Kekhalifahan dengan Kerajaan" yang diterjemahkan dari bahasa Arab oleh Ali Audah (Pustaka Litera AntarNusa, 1987) menceritakan setelah Mesir aman pasca-hengkangnya pasukan Romawi, Utsman bin Affan membiarkan Amr bin Ash tetap di Mesir menunggu sampai Abdullah bin Sa'd bin Abi Sarh kembali dari medan perang di Afrika.
Peristiwa ini terjadi antara tahun 26 atau tahun 27 Hijriyah. Pada waktu itulah Utsman akan membatasi kekuasaan Amr hanya pada bidang kemiliteran, dan Abdullah bin Sa'd yang akan menjalankan pemerintahan dan administrasi keuangan.
Amr bin Ash melihat ini sebagai tantangan atas integritas dan kejujurannya, dan suatu isyarat bahwa kalaupun dia seorang panglima perang yang ulung, namun kebersihan pribadinya masih diragukan. Karenanya keinginan Utsman itu ditolaknya dengan mengatakan: "Saya seperti orang yang memegang dua tanduk sapi betina, orang lain yang memerah susunya."
Amr bin Ash lantas kembali ke Makkah membawa dendam dalam hatinya kepada Utsman. Sebagai bukti untuk dendamnya ini, Abdullah bin Sa'd mengirimkan hasil pajak Mesir itu, sementara Amr di Makkah, lebih banyak dari yang dikirimkan oleh Amr.
Kata Utsman ditujukan kepada Amr bin Ash: "Tahukah Anda bahwa tepung sari itu ternyata memberi hasil sesudah Anda?"
Dijawab oleh Amr: "Dan anak unta yang baru disapih itu akan binasa!"