home lifestyle muslim

Pasien Diabetes yang Berpuasa Ramadan Dianjurkan Konsultasi ke Dokter

Rabu, 18 Desember 2024 - 05:10 WIB
Pasien Diabetes yang Berpuasa Ramadan Dianjurkan Konsultasi ke Dokter
LANGIT7.ID-Jakarta; Pasien diabetes yang ingin berpuasa di bulan Ramadhan (sekitar Maret 2025) dianjurkan untuk berkonsultasi ke dokter.

Nantinya, dokter atau edukator diabetes akan menentukan tingkatan risiko penyandang diabetes yang bersangkutan, termasuk tingkatan rendah, sedang, atau tinggi.

"Seorang penyandang diabetes selayaknya pada bulan-bulan ini dan bulan ke depan, sebelum Ramadhan tiba, sudah kembali berkonsultasi ke fasilitas kesehatan untuk menyatakan dirinya akan berpuasa," ujar Ahli penyakit dalam Rumah Sakit (RS) Fatmawati dr. Muhammad Ikhsan Mokoagow, Sp.PD-M.Med, Sci, FINASIM dalam edukasi Diabetes dan Puasa Ramadan yang diadakan RS Fatmawati Jakarta Selatan, dikutip Rabu(18/12/2024).

Konsultasi ke dokter diperlukan karena berpuasa terkadang bisa membuat kadar gula darah turun tetapi juga bisa meningkat dengan cepat.

"Jadi, memungkinkan ketika tidak makan sekalipun gula darahnya justru malah naik," kata Ikhsan.

Di sisi lain, ada sejumlah risiko kesehatan yang bisa dialami pasien diabetes yang menjalani puasa Ramadhan antara lain dehidrasi, hipoglikemia (kondisi kadar gula darah (glukosa) dalam tubuh berada di bawah normal), dan hiperglikemia (kondisi kadar gula dalam darah meningkat secara berlebihan). Semua risiko kesehatan ini dapat menyebabkan komplikasi yang mengancam jiwa.

Ikhsan menuturkan pasien yang masuk tingkatan risiko rendah, mungkin aman berpuasa. Walaupun dia masih menjalani evaluasi medis, penyesuaian pengobatan baik dosis maupun waktu pemberiannya, serta pemantauan ketat terhadap gula darah. Sementara pada pasien dengan tingkatan tinggi risiko, maka puasa kemungkinan besar tidak dianjurkan untuk berpuasa dari sisi medis.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya