home global news

Ada Negara di Timur Tengah yang Pernah Menjadi yang Paling Berpengaruh, Tapi Hancur Karena...

Jum'at, 03 Januari 2025 - 13:15 WIB
Ada Negara di Timur Tengah yang Pernah Menjadi yang Paling Berpengaruh, Tapi Hancur Karena...
LANGIT7.ID-Jakarta;Negara Muslim ini pernah menjadi pusat Kekhalifahan Abbasiyah dan pusat ilmu pengetahuan hingga abad ke-15. Negara ini berkembang pesat dalam perdagangan, budaya, dan inovasi, serta menjadi mercusuar kemajuan dalam pendidikan dan teknologi.

Tetapi karena perang Israel-Hamas telah membawa negara-negara Arab menjadi sorotan. Qatar, negara kecil dengan jumlah penduduk hanya 2,7 juta jiwa, menjadi penengah upaya pembebasan sandera yang ditawan Hamas. Baru-baru ini, setelah perundingan Qatar, dua sandera Amerika dibebaskan. Dalam beberapa tahun terakhir, Qatar telah bangkit secara signifikan di Timur Tengah, memanfaatkan kekayaannya dari minyak dan gas untuk menjadi salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di dunia. Dulu, Irak memiliki posisi yang sama menonjolnya di kawasan tersebut, tetapi kini, negara itu berjuang untuk mendapatkan relevansi.

Era Keemasan Irak

Irak pernah menjadi pusat Kekhalifahan Abbasiyah dan pusat ilmu pengetahuan hingga abad ke-15. Negara itu berkembang pesat dalam perdagangan, budaya, dan inovasi, menjadi mercusuar kemajuan dalam pendidikan dan teknologi. Baghdad, ibu kotanya, adalah kota paling makmur dan berkuasa di Timur Tengah. PDB dan pendapatan per kapita Irak melampaui semua negara Timur Tengah lainnya, dan ekstremisme agama hanya sedikit muncul selama masa itu.

Era dan Kemunduran Ottoman

Dari tahun 1534 hingga 1918, Irak merupakan bagian dari Kekaisaran Ottoman. Kemundurannya dimulai setelah Perang Dunia I, ketika Inggris mengalahkan Ottoman dan merebut Baghdad. Pada tahun 1921, Inggris mengangkat Faisal, putra Sharif Hussein dari Mekkah, sebagai raja pertama Irak, yang memicu periode kerusuhan dan perlawanan. Irak memperoleh kemerdekaan resmi pada tahun 1932 tetapi mengalami kemunduran ekonomi akibat Perang Dunia II ketika Inggris kembali menduduki negara tersebut.

Kebangkitan Saddam Hussein
Berita Lainnya