LANGIT7.ID-Jakarta; Negara Muslim ini pernah menjadi pusat Kekhalifahan Abbasiyah dan pusat ilmu pengetahuan hingga abad ke-15. Negara ini berkembang pesat dalam perdagangan, budaya, dan inovasi, serta menjadi mercusuar kemajuan dalam pendidikan dan teknologi.
Tetapi karena perang Israel-Hamas telah membawa negara-negara Arab menjadi sorotan. Qatar, negara kecil dengan jumlah penduduk hanya 2,7 juta jiwa, menjadi penengah upaya pembebasan sandera yang ditawan Hamas. Baru-baru ini, setelah perundingan Qatar, dua sandera Amerika dibebaskan. Dalam beberapa tahun terakhir, Qatar telah bangkit secara signifikan di Timur Tengah, memanfaatkan kekayaannya dari minyak dan gas untuk menjadi salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di dunia. Dulu, Irak memiliki posisi yang sama menonjolnya di kawasan tersebut, tetapi kini, negara itu berjuang untuk mendapatkan relevansi.
Era Keemasan IrakIrak pernah menjadi pusat Kekhalifahan Abbasiyah dan pusat ilmu pengetahuan hingga abad ke-15. Negara itu berkembang pesat dalam perdagangan, budaya, dan inovasi, menjadi mercusuar kemajuan dalam pendidikan dan teknologi. Baghdad, ibu kotanya, adalah kota paling makmur dan berkuasa di Timur Tengah. PDB dan pendapatan per kapita Irak melampaui semua negara Timur Tengah lainnya, dan ekstremisme agama hanya sedikit muncul selama masa itu.
Era dan Kemunduran OttomanDari tahun 1534 hingga 1918, Irak merupakan bagian dari Kekaisaran Ottoman. Kemundurannya dimulai setelah Perang Dunia I, ketika Inggris mengalahkan Ottoman dan merebut Baghdad. Pada tahun 1921, Inggris mengangkat Faisal, putra Sharif Hussein dari Mekkah, sebagai raja pertama Irak, yang memicu periode kerusuhan dan perlawanan. Irak memperoleh kemerdekaan resmi pada tahun 1932 tetapi mengalami kemunduran ekonomi akibat Perang Dunia II ketika Inggris kembali menduduki negara tersebut.
Kebangkitan Saddam Hussein
![Ada Negara di Timur Tengah yang Pernah Menjadi yang Paling Berpengaruh, Tapi Hancur Karena...]()
Setelah Inggris pergi, ketidakstabilan politik terus berlanjut. Pada tahun 1962, Brigadir Abdul Karim Qasim menggulingkan monarki, tetapi konflik internal terus berlanjut. Saddam Hussein muncul sebagai tokoh kunci dan, setelah bertahun-tahun bermanuver, menjadi presiden Irak pada tahun 1979. Di bawah pemerintahannya, Irak awalnya mengalami stabilitas.
Perang dengan Iran dan KuwaitNamun, masa jabatan Saddam segera berubah menjadi bergejolak. Pada tahun 1980, Irak melancarkan perang yang menghancurkan terhadap negara tetangga Iran, yang berlangsung selama delapan tahun dan merusak ekonomi Irak secara parah. Hanya dua tahun setelah perang berakhir, Irak menginvasi Kuwait pada tahun 1990. Hal ini menyebabkan pasukan AS dan sekutu meluncurkan "Operasi Badai Gurun" pada tahun 1991 untuk membebaskan Kuwait, yang selanjutnya melumpuhkan ekonomi Irak.
Invasi AS dan Kejatuhan IrakSetelah dilemahkan oleh perang, Irak menghadapi tantangan baru pada tahun 2003 ketika AS menginvasi, menuduh negara itu mengembangkan senjata pemusnah massal. Dalam waktu 20 hari, pasukan AS merebut sebagian besar kota Irak. Saddam Hussein dieksekusi pada tahun 2006, menandai berakhirnya sebuah era. Saat ini, Irak berdiri sebagai bayangan dari dirinya yang dulu, berjuang untuk pulih dari konflik dan kehancuran selama puluhan tahun.
Turki, negara Muslim terkuatPada tahun 2024, Turki diakui sebagai negara Islam paling berpengaruh, dengan peringkat rata-rata tertimbang 5,2 di berbagai indikator global. Sorotan utamanya adalah industri pertahanan negara yang berkembang pesat. Dari tahun 2014 hingga 2023, ekspor pertahanannya hampir tiga kali lipat, menempatkan Turki di posisi ke-11 secara global, hanya sedikit di bawah 10 besar dalam ekspor pertahanan. Di bidang ekonomi, Turki juga mengalami pertumbuhan yang luar biasa, dengani peningkatan PDB tahun-ke-tahun sebesar 5,7% pada kuartal pertama tahun 2024.(*/saf/india.com)
(lam)