Kisah Syahdu Cinta Ali bin Abi Thalib dan Sayyidah Fatimah
Miftah yusufpati
Selasa, 07 Januari 2025 - 05:10 WIB
Kisah Syahdu Cinta Ali bin Abi Thalib dan Sayyidah Fatimah
LANGIT7.ID-Jakarta;Kisah cinta Sayyidah Fatimah Az-Zahra kepada Ali bin Abu Thalib adalah kisah cinta yang menggebu namun tersimpan rapi dalam hati mereka berdua. Pernyataan cinta dua sejoli ini terungkap pada malam pertama, setelah pasangan ini menikah.
Putri Rasulullah SAW ini mencintai dan mengagumi Ali bin Abu Thalib secara diam-diam. Begitu juga sebaliknya, Ali bin Abu Thalib merasa minder untuk meminang Fatimah.
"Wahai cintaku, pemuda itu bernama Ali bin Abi Thalib sang pujaan hatiku,” ujar Sayyidah Fatimah Az-Zahra mesra di malam pertama.
Alkisah, Abu Bakar menemui Rasulullah SAW untuk meminang Sayyidah Fatimah. Rasulullah menolak lamaran itu. "Dia masih kecil," ujar Rasulullah.
Hal yang sama juga dilakukan Umar bin Khattab. Nabi menjawab dengan jawaban yang sama. Inilah yang membuat Ali bin Abi Thalib minder.
Abu Bakar dan Umar adalah sahabat Nabi. Keduanya ganteng dan kaya. Sementara Ali merasa dirinya tidak memiliki apa-apa alias miskin.
Buku "Sejarah Hidup Muhammad" karya Muhammad Husain Haekal menggambarkan Abu Bakar sebagai pria yang rupawan. Dari kalangan Quraisy, Abu Bakar termasuk orang Quraisy yang berketurunan tinggi dan banyak mengetahui segala seluk-beluk bangsa itu, yang baik dan yang jahat.
Putri Rasulullah SAW ini mencintai dan mengagumi Ali bin Abu Thalib secara diam-diam. Begitu juga sebaliknya, Ali bin Abu Thalib merasa minder untuk meminang Fatimah.
"Wahai cintaku, pemuda itu bernama Ali bin Abi Thalib sang pujaan hatiku,” ujar Sayyidah Fatimah Az-Zahra mesra di malam pertama.
Alkisah, Abu Bakar menemui Rasulullah SAW untuk meminang Sayyidah Fatimah. Rasulullah menolak lamaran itu. "Dia masih kecil," ujar Rasulullah.
Hal yang sama juga dilakukan Umar bin Khattab. Nabi menjawab dengan jawaban yang sama. Inilah yang membuat Ali bin Abi Thalib minder.
Abu Bakar dan Umar adalah sahabat Nabi. Keduanya ganteng dan kaya. Sementara Ali merasa dirinya tidak memiliki apa-apa alias miskin.
Buku "Sejarah Hidup Muhammad" karya Muhammad Husain Haekal menggambarkan Abu Bakar sebagai pria yang rupawan. Dari kalangan Quraisy, Abu Bakar termasuk orang Quraisy yang berketurunan tinggi dan banyak mengetahui segala seluk-beluk bangsa itu, yang baik dan yang jahat.