Kemenag Buka Kesempatan Kiai dan Pengasuh Ponpes Studi Banding ke Amerika
Haris budiman
Rabu, 08 Januari 2025 - 15:41 WIB
Menag Nasaruddin Umar. (Instagram/nasaruddinumar)
LANGIT7.ID-Kementerian Agama (Kemenag) RI membuka kesempatan para kiai dan pengasuh pondok pesantren melakukan studi banding ke Amerika Serikat (AS).
Hal ini terwujud setelah Kemenag bersama Kedutaan Besar Amerika Serikat untuk Indonesia menandatangani perjanjian kerja sama di bidang pendidikan melalui pelaksanaan program beasiswa Fulbright yang dikelola American Indonesian Exchange Foundation (AMINEF).
Penandatangan MoU tersebut dilakukan Menteri Agama Nasaruddin Umar beserta Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Kamala Shirin Lakhdhir di Gedung Kementerian Agama, Jakarta, Rabu (8/1/2025).
"Intinya antara lain adalah akan diberikan kesempatan kepada santri-santriwati, mahasiswa yang berada dalam lingkungan Kementerian Agama Republik Indonesia untuk mendapatkan beasiswa Fulbright ke Amerika, tentunya yang memenuhi syarat," ujar Nasaruddin Umar.
Kiai dan pimpinan ponpes studi banding
Melalui kerja sama ini para kiai dan pimpinan pondok pesantren juga diberikan kesempatan berkunjung ke Amerika untuk studi banding, melihat bagaimana perkembangan peradaban Muslim di Amerika.
"(Bidang) tidak mesti harus agama Islam saja, tapi kimia, biologi, fisika. Kita juga perlu guru-guru biologi, kimia, fisika di pondok pesantren. Apapun disiplinnya, tergantung peminatannya nanti itu," ungkap Menag dilansir dari Antara.
Hal ini terwujud setelah Kemenag bersama Kedutaan Besar Amerika Serikat untuk Indonesia menandatangani perjanjian kerja sama di bidang pendidikan melalui pelaksanaan program beasiswa Fulbright yang dikelola American Indonesian Exchange Foundation (AMINEF).
Penandatangan MoU tersebut dilakukan Menteri Agama Nasaruddin Umar beserta Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Kamala Shirin Lakhdhir di Gedung Kementerian Agama, Jakarta, Rabu (8/1/2025).
"Intinya antara lain adalah akan diberikan kesempatan kepada santri-santriwati, mahasiswa yang berada dalam lingkungan Kementerian Agama Republik Indonesia untuk mendapatkan beasiswa Fulbright ke Amerika, tentunya yang memenuhi syarat," ujar Nasaruddin Umar.
Kiai dan pimpinan ponpes studi banding
Melalui kerja sama ini para kiai dan pimpinan pondok pesantren juga diberikan kesempatan berkunjung ke Amerika untuk studi banding, melihat bagaimana perkembangan peradaban Muslim di Amerika.
"(Bidang) tidak mesti harus agama Islam saja, tapi kimia, biologi, fisika. Kita juga perlu guru-guru biologi, kimia, fisika di pondok pesantren. Apapun disiplinnya, tergantung peminatannya nanti itu," ungkap Menag dilansir dari Antara.