Bukti Genosida Israel di Gaza Terungkap Melalui Kedok Zona Aman
Nabil
Kamis, 09 Januari 2025 - 05:00 WIB
Bukti Genosida Israel di Gaza Terungkap Melalui Kedok Zona Aman
LANGIT7.ID-Jakarta; Israel terus melancarkan serangan di Gaza. Dalam 24 jam terakhir, sedikitnya 70 warga sipil Palestina tewas. Dari jumlah tersebut, 35 orang meninggal saat fajar di wilayah yang disebut sebagai "zona aman" al-Mawasi.
Al-Haq, organisasi hak asasi manusia Palestina, baru saja merilis laporan mengungkap fakta mencengangkan. Mereka menemukan bukti bahwa Israel menggunakan zona aman sebagai kedok untuk melakukan genosida di Gaza.
"Zona aman yang dijanjikan Israel ternyata adalah jebakan," ungkap Al-Haq dalam laporannya. Sekitar 1,9 juta warga Palestina dipaksa pindah ke area yang luasnya hanya 20 persen dari total wilayah Gaza.
Keadaan di zona aman sangat mengenaskan. Makanan, air bersih, tempat berlindung, dan fasilitas kesehatan sangat terbatas. Lebih mengerikan lagi, area yang dijanjikan aman ini justru terus menjadi sasaran serangan Israel.
Laporan ini juga mengungkap pernyataan mencengangkan dari seorang perwira militer Israel. "Kami tidak hanya membidik pemimpin Hamas. Target kami adalah seluruh penduduk Gaza," katanya dengan gamblang.
Dampak serangan Israel sangat dahsyat. Kini 83 persen wilayah Gaza tidak layak huni. Rumah sakit, sekolah, permukiman warga, dan infrastruktur vital hancur lebur menjadi puing.
Aksi genosida Israel ini menuai kecaman dunia internasional. Mahkamah Pidana Internasional (ICC) bahkan mengeluarkan surat penangkapan untuk Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant pada November 2024. Keduanya dituduh melakukan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan.
Al-Haq, organisasi hak asasi manusia Palestina, baru saja merilis laporan mengungkap fakta mencengangkan. Mereka menemukan bukti bahwa Israel menggunakan zona aman sebagai kedok untuk melakukan genosida di Gaza.
"Zona aman yang dijanjikan Israel ternyata adalah jebakan," ungkap Al-Haq dalam laporannya. Sekitar 1,9 juta warga Palestina dipaksa pindah ke area yang luasnya hanya 20 persen dari total wilayah Gaza.
Keadaan di zona aman sangat mengenaskan. Makanan, air bersih, tempat berlindung, dan fasilitas kesehatan sangat terbatas. Lebih mengerikan lagi, area yang dijanjikan aman ini justru terus menjadi sasaran serangan Israel.
Laporan ini juga mengungkap pernyataan mencengangkan dari seorang perwira militer Israel. "Kami tidak hanya membidik pemimpin Hamas. Target kami adalah seluruh penduduk Gaza," katanya dengan gamblang.
Dampak serangan Israel sangat dahsyat. Kini 83 persen wilayah Gaza tidak layak huni. Rumah sakit, sekolah, permukiman warga, dan infrastruktur vital hancur lebur menjadi puing.
Aksi genosida Israel ini menuai kecaman dunia internasional. Mahkamah Pidana Internasional (ICC) bahkan mengeluarkan surat penangkapan untuk Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant pada November 2024. Keduanya dituduh melakukan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan.