Masjid Kotak di Solo, Didesain Elegan seperti Hotel Mewah
Fajar adhitya
Senin, 20 September 2021 - 18:40 WIB
Masjid Kotak di Solo. (Foto: Istimewa).
Masjid Kotak yang berada di Solo tampak seperti hotel mewah. Rumah ibadah ini merupakan masjid yang cukup populer di wilayah Jawa Tengah.
Masjid yang terletak di Jalan Menteri Supeno, Manahan, Banjarsari, Solo ini memiliki bangunan yang sangat mewah layaknya hotel bintang lima. Nama sebenarnya ialah Masjid Siti Aisyah.
Dari bagian luar, Masjid Siti Aisyah memang benar-benar kotak menyerupai Ka'bah di Masjidil Haram, Mekkah Al Mukarramah. Kesan mewah seperti hotel bintang lima sangat terasa ketika jamaah memasuki bagian dalam di mana seluruh bangunan masjid dilapisi marmer.
Menurut Simas Kemenag, Masjid Siti Aisyah didirikan pada 2018. Namanya diambil dari nama orang tua pewakaf (Setiyo Joko Santoso, pengusaha). Masjid ini didesain tanpa kubah sebagaimana yang diterapkan pada arsitektur masjid modern yang mengusung konsep modern-minimalis.
Keberadaan Masjid Kotak ini memberikan khazanah arsitektur masjid baru di lingkungan Solo yang memiliki akar budaya Mataram Islam. Biasanya masjid-masjid yang dibangun mengusung konsep kebudayaan setempat dengan atap limasan atau kubah.
Salah satu unsur arsitektural paling menarik pengunjung adalah fungsi dan fasilitas masjid tersebut. Masjid ini dibangun empat lantai yang berfungsi sebagai ruang shalat utama, aula, kantor, taman pendidikan Al Quran, dan ruang pertemuan.
Kesan elegan dan modern diperkuat dengan keberadaan sebuah menara bersimbol bulan dan bintang di atasnya. Selain itu, masjid juga memikirkan konsep toilet mewah ala mall dan hotel.
Masjid yang terletak di Jalan Menteri Supeno, Manahan, Banjarsari, Solo ini memiliki bangunan yang sangat mewah layaknya hotel bintang lima. Nama sebenarnya ialah Masjid Siti Aisyah.
Dari bagian luar, Masjid Siti Aisyah memang benar-benar kotak menyerupai Ka'bah di Masjidil Haram, Mekkah Al Mukarramah. Kesan mewah seperti hotel bintang lima sangat terasa ketika jamaah memasuki bagian dalam di mana seluruh bangunan masjid dilapisi marmer.
Menurut Simas Kemenag, Masjid Siti Aisyah didirikan pada 2018. Namanya diambil dari nama orang tua pewakaf (Setiyo Joko Santoso, pengusaha). Masjid ini didesain tanpa kubah sebagaimana yang diterapkan pada arsitektur masjid modern yang mengusung konsep modern-minimalis.
Keberadaan Masjid Kotak ini memberikan khazanah arsitektur masjid baru di lingkungan Solo yang memiliki akar budaya Mataram Islam. Biasanya masjid-masjid yang dibangun mengusung konsep kebudayaan setempat dengan atap limasan atau kubah.
Salah satu unsur arsitektural paling menarik pengunjung adalah fungsi dan fasilitas masjid tersebut. Masjid ini dibangun empat lantai yang berfungsi sebagai ruang shalat utama, aula, kantor, taman pendidikan Al Quran, dan ruang pertemuan.
Kesan elegan dan modern diperkuat dengan keberadaan sebuah menara bersimbol bulan dan bintang di atasnya. Selain itu, masjid juga memikirkan konsep toilet mewah ala mall dan hotel.