Libur Panjang Akhir Januari 2025, Psikolog Anak: Jangan Kebanyakan Main Gawai
Tim langit 7
Selasa, 21 Januari 2025 - 07:15 WIB
ilustrasi
Pemerintah telah menetapkan hari libur nasional dan cuti bersama tahun 2025 melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri, yakni Surat Menteri Agama nomor 1017, Surat Menteri Ketenagakerjaan nomor 2 serta Surat Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi nomor 2 tahun 2024.Pemerintah memberlakukan libur panjang mulai dari akhir pekan yang jatuh pada 25-26 Januari 2025, 27 Januari peringatan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad saw, 28 Januari cuti bersama, hingga 29 Januari yang diperingati sebagai Tahun Baru Imlek 2576 KongziliMeski demikian, periode libur panjang kerap dimanfaatkan anak-anak untuk berlarut-larut main gawai sehingga berpotensi besar memancing keluhan orang tua.
Baca juga:Tren Gaya Hidup Sehat di Indonesia Semakin Meningkat pada 2025Alternatifnya, orang tua harus berinisiasi melibatkan anak untuk merencanakan agenda selama liburan."Anak difasilitasi dengan berbagai alternatif aktivitas yang bisa dilakukan. Misalnya membuat jadwal untuk kegiatan-kegiatan yang bisa dilakukan bersama orang tua, pengasuh atau teman," ungkap Psikolog Anak dan Keluarga Maryam Alatas dikutip dari NU Online.Tak kalah penting, komitmen serta teladan dari orang tua agar anak tidak bermain gawai terlewat lama selama liburan dengan pemberlakuan aturan dan konsekuensi ketika dilanggar."Jika anak sudah bisa berkomunikasi maka buat kesepakatan sebelum pergi, diskusikan kepada anak jika aturan dilanggar apa konsekuensinya. Kemudian orang tua konsisten dengan aturan yang telah disepakati," terang Maryam.Dalam artikel juga disebutkan beberapa ide kegiatan saat libur panjang tiba, antara lain memasak dan membuat aneka kue bersama anak, berkunjung ke museum atau perpustakaan, bermain eksperimen sains, piknik ke tempat wisata hingga kursus olahraga
Baca juga:Tren Gaya Hidup Sehat di Indonesia Semakin Meningkat pada 2025Alternatifnya, orang tua harus berinisiasi melibatkan anak untuk merencanakan agenda selama liburan."Anak difasilitasi dengan berbagai alternatif aktivitas yang bisa dilakukan. Misalnya membuat jadwal untuk kegiatan-kegiatan yang bisa dilakukan bersama orang tua, pengasuh atau teman," ungkap Psikolog Anak dan Keluarga Maryam Alatas dikutip dari NU Online.Tak kalah penting, komitmen serta teladan dari orang tua agar anak tidak bermain gawai terlewat lama selama liburan dengan pemberlakuan aturan dan konsekuensi ketika dilanggar."Jika anak sudah bisa berkomunikasi maka buat kesepakatan sebelum pergi, diskusikan kepada anak jika aturan dilanggar apa konsekuensinya. Kemudian orang tua konsisten dengan aturan yang telah disepakati," terang Maryam.Dalam artikel juga disebutkan beberapa ide kegiatan saat libur panjang tiba, antara lain memasak dan membuat aneka kue bersama anak, berkunjung ke museum atau perpustakaan, bermain eksperimen sains, piknik ke tempat wisata hingga kursus olahraga
(ori)