home global news

Chusnunia Chalim Desak Pemerintah Atasi Kenaikan Harga Minyak Goreng dan Banyaknya Impor Singkong

Jum'at, 31 Januari 2025 - 22:00 WIB
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Chusnunia Chalim.
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Chusnunia Chalim, mendesak pemerintah segera mengambil tindakan nyata dalam mengatasi dua permasalahan utama yang tengah dihadapi masyarakat, yakni lonjakan harga minyak goreng di Lampung yang hampir mencapai Rp 20.000 per liter serta meningkatnya impor singkong yang menyulitkan petani lokal memasarkan hasil panennya.

Hal ini disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VII DPR RI bersama Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian RI, Putu Juli Ardika, dan jajaran kementerian

Chusnunia menekankan, kenaikan harga minyak goreng di pasaran, yang telah menyentuh Rp 18.000 dan hampir mencapai Rp 20.000 per liter di Lampung, memberikan tekanan ekonomi bagi masyarakat, terutama para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang sangat bergantung pada minyak goreng sebagai bahan baku utama.

“Kenaikan harga ini tidak hanya berdampak pada konsumen rumah tangga, tetapi juga pada UMKM yang sudah berjuang menghadapi tantangan ekonomi pascapandemi. Pemerintah harus segera melakukan intervensi pasar untuk mencegah spekulasi dan memastikan stok minyak goreng tersedia dengan harga terjangkau,” tegas Chusnunia.

Baca juga:Bukan Tak Dijamin, BPJS Kesehatan Tegaskan 144 Penyakit Bisa Ditangani Faskes Tingkat Pertama

Selain itu, Chusnunia juga menyoroti masalah banyaknya impor singkong yang membuat petani lokal kesulitan memasarkan hasil panennya. “Banyak singkong petani lokal yang akhirnya membusuk karena tidak terserap pasar, sementara impor singkong terus membanjiri pasar dalam negeri. Ini adalah ironi yang harus segera diatasi,” tegasnya.

Ia mendesak pemerintah untuk segera membatasi impor singkong dan memberikan pembinaan kepada petani lokal agar mampu bersaing secara sehat di pasar domestik.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya