home masjid

Ceramah Isra Miraj, Ustaz Adi Hidayat Paparkan Cara Meraih Sukses dan Kebahagiaan Hidup

Jum'at, 31 Januari 2025 - 21:45 WIB
Wakil Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Ustaz Adi Hidayat.
Wakil Ketua I Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah Ustaz Adi Hidayat (UAH) menjadi penceramah peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia (Kemendikdasmen RI), Jum’at (31/1/2025)).

Ustaz Adi Hidayat mengulas tentang konsep takwa (nilai baik) dan fujur (keburukan) dalam diri manusia dan sebagai acuan dalam meraih kehidupan yang sukses dan seimbang.

“Secara riset, manusia itu akan dapat disebut sebagai manusia jika memiliki tiga unsur utama yaitu fisik, akal, dan rohani (sumber kehidupan). Tugas kita selama hidup adalah bagaimana kita dapat mengoptimalkan 3 unsur tersebut pada diri kita. Maka manusia yang unggul itu adalah yang dapat mengoptimalkan ketiga unsur tersebut,” jelasnya.

Sebuah tips disampaikan oleh UAH dalam meraih takwa dalam kehidupan. UAH menyebut bahwa takwa dapat diraih jika manusia mampu merawat ketiga unsur yang telah disebutkan (fisik, akal, dan rohani).

“Agar ketiga instrumen tersebut dapat berfungsi dan bekerja dengan baik, maka perlu kita rawat dan diberikan asupan-asupan yang positif. Sebuah afirmasi positif yang muncul dari asupan-asupan positif yang kita dapatkan dinamakan takwa, sedangkan sebaliknya jika kita mendapatkan asupan yang negatif maka akan memunculkan fujur (rambatan keburukan),” ujarnya.

UAH juga menggunakan rujukan dari surah Yusuf Ayat 53, “Aku tidak (menyatakan) diriku bebas (dari kesalahan) karena sesungguhnya nafsu itu selalu mendorong kepada kejahatan, kecuali (nafsu) yang diberikan rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

“Kita tidak bisa mengklaim diri paling suci, paling bersih, paling baik karena tetap ada potensi yang kurang baik pada diri kita. Jika yang negatif tersebut dominan, maka bertemulah Nafs (Jiwa) dengan Su (keburukan) jika digabung maka menjadi Nafsu. Jika dalam diri kita ini kalau tidak diolah dan muncul tunggal atau dominan fujurnya maka akan menjadi nafsu atau perbuatannya buruk,” ucap UAH.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya