Kisah Nebukadnezar Membunuh 70.000 Orang Bani Israil di Era Nabi Yeremia
Miftah yusufpati
Ahad, 02 Februari 2025 - 04:45 WIB
Setelah terserang wabah nyamuk akhirnya Nebukadnezar meninggal, tahtanya diteruskan oleh putranya, Ewil-Merodakh. Ilustrasi: Wikipedia
LANGIT7.ID--Nebukadnezar adalah penguasa Kekaisaran Babilonia Baru dalam Dinasti Kasdim yang berkuasa 605 SM-562 SM selama 43 tahun. Ia naik tahta menggantikan ayahnya, Nabopolassar, yang meninggal pada tahun 605 SM.
Ibnu Katsir dalam bukunya berjudul "Qashash Al-Anbiya" mengutip sejumlah riwayat memaparkan tentang pembunuhan Nabi Yahya as. Putra Nabi Zakariya ini dipenggal lehernya oleh raja di Damaskus. Belakangan kepala Nabi Yahya ditemukan di era Nabi Isa as.
Diriwayatkan, darah Nabi Yahya mendidih dan agar berhenti mendidih, Nebukadnezar membunuh ribuan rakyat tak berdosa. Upaya ini gagal sampai kemudian Nabi Yeremia berdiri di atasnya dan berkata, "Wahai darah, kamu telah menghilangkan begitu banyak nyawa Bani Israil, maka berhentilah kamu dengan seizin Allah.”
Abu Ubaid Al-Qasim bin Sallam meriwayatkan, dari Abdullah bin Saleh, dari Al-Laits, dari Yahya bin Said, dari Said bin Musayib, ia berkata, ketika Nebukadnezar datang ke Damaskus, ia menemukan darah Yahya bin Zakaria yang mendidih, lalu ia bertanya tentang darah tersebut.
Setelah diberitahukan, lalu ia membunuh masyarakat sekitar untuk meredam didihan darah Yahya, dan setelah 70.000 orang yang dibunuh barulah darah itu berhenti mendidih.
Ibnu Katsir menjelaskan, isnad riwayat ini shahih sampai Said bin Musayib. Itu menunjukkan bahwa Yahya terbunuh di Damaskus, dan kisah Nebukadnezar itu bermula setelah zaman Isa, sebagaimana dikatakan oleh Atha' dan Hasan Basri. Wallahu a'lam.
Baca juga: Isra Mikraj: Kisah Nabi Musa Menyalahkan Nabi Adam
Ibnu Katsir dalam bukunya berjudul "Qashash Al-Anbiya" mengutip sejumlah riwayat memaparkan tentang pembunuhan Nabi Yahya as. Putra Nabi Zakariya ini dipenggal lehernya oleh raja di Damaskus. Belakangan kepala Nabi Yahya ditemukan di era Nabi Isa as.
Diriwayatkan, darah Nabi Yahya mendidih dan agar berhenti mendidih, Nebukadnezar membunuh ribuan rakyat tak berdosa. Upaya ini gagal sampai kemudian Nabi Yeremia berdiri di atasnya dan berkata, "Wahai darah, kamu telah menghilangkan begitu banyak nyawa Bani Israil, maka berhentilah kamu dengan seizin Allah.”
Abu Ubaid Al-Qasim bin Sallam meriwayatkan, dari Abdullah bin Saleh, dari Al-Laits, dari Yahya bin Said, dari Said bin Musayib, ia berkata, ketika Nebukadnezar datang ke Damaskus, ia menemukan darah Yahya bin Zakaria yang mendidih, lalu ia bertanya tentang darah tersebut.
Setelah diberitahukan, lalu ia membunuh masyarakat sekitar untuk meredam didihan darah Yahya, dan setelah 70.000 orang yang dibunuh barulah darah itu berhenti mendidih.
Ibnu Katsir menjelaskan, isnad riwayat ini shahih sampai Said bin Musayib. Itu menunjukkan bahwa Yahya terbunuh di Damaskus, dan kisah Nebukadnezar itu bermula setelah zaman Isa, sebagaimana dikatakan oleh Atha' dan Hasan Basri. Wallahu a'lam.
Baca juga: Isra Mikraj: Kisah Nabi Musa Menyalahkan Nabi Adam