Muhammadiyah Serukan Penguatan Peran Pers di Era Digital: Jaga Demokrasi dan Nilai Luhur Bangsa
Tim langit 7
Ahad, 09 Februari 2025 - 18:14 WIB
Muhammadiyah Serukan Penguatan Peran Pers di Era Digital: Jaga Demokrasi dan Nilai Luhur Bangsa
LANGIT7.ID-Jakarta; Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menyampaikan sejumlah refleksi penting terkait peran pers dalam mencerdaskan bangsa dan menjaga demokrasi Indonesia, bertepatan dengan peringatan Hari Pers Nasional yang jatuh pada 9 Februari 2025. Pernyataan ini hadir di tengah maraknya transformasi digital yang menghadirkan tantangan baru bagi industri media konvensional.
Mengacu pada Undang-Undang No. 40 Tahun 1999, pers merupakan lembaga sosial dan wahana komunikasi massa yang memiliki peran vital dalam kehidupan berbangsa. Dalam sambutannya, Haedar Nashir menekankan pentingnya pers nasional untuk menjalankan fungsinya secara utuh dan komprehensif, tidak hanya sebagai kontrol sosial, tetapi juga sebagai sarana edukasi yang menyajikan informasi objektif dan mencerahkan.
"Di era kebebasan informasi ini, pers nasional harus tetap menjunjung tinggi kebenaran, kebaikan, dan nilai-nilai luhur kehidupan," tegas Haedar Nashir dalam keterangannya, Minggu (9/2/2025).
Baca juga: Momentum HPN 2025, KH Sofyan Munawar: Pers Harus Sajikan Informasi Maslahat
Ketua Umum PP Muhammadiyah ini juga mengingatkan pentingnya menghindari penyebaran hoaks, provokasi, dan konten yang dapat memicu permusuhan atau merusak persatuan bangsa.
Dalam pernyataannya, Haedar Nashir menggarisbawahi tiga aspek krusial yang perlu diperhatikan oleh insan pers. Pertama, perlunya penerapan prinsip "cover both sides" dalam pemberitaan, dengan memberikan ruang bagi berbagai sudut pandang untuk menghindari informasi yang bersifat tendensius dan monolitik. Kedua, pentingnya memberikan edukasi yang objektif dan berbasis pengetahuan kepada masyarakat. Ketiga, penguatan peran pers sebagai pilar demokrasi yang mampu mendorong konsolidasi demokrasi Indonesia.
Tantangan era digital juga mendapat sorotan khusus dalam sambutan tersebut. Haedar Nashir menyoroti perkembangan media sosial dan teknologi Artificial Intelligence (AI) yang harus dimanfaatkan secara bijak. "Media digital dan AI tidak boleh disalahgunakan untuk kepentingan yang merugikan publik, seperti menebar keresahan, penipuan, atau merusak martabat orang lain," tegasnya.
Mengacu pada Undang-Undang No. 40 Tahun 1999, pers merupakan lembaga sosial dan wahana komunikasi massa yang memiliki peran vital dalam kehidupan berbangsa. Dalam sambutannya, Haedar Nashir menekankan pentingnya pers nasional untuk menjalankan fungsinya secara utuh dan komprehensif, tidak hanya sebagai kontrol sosial, tetapi juga sebagai sarana edukasi yang menyajikan informasi objektif dan mencerahkan.
"Di era kebebasan informasi ini, pers nasional harus tetap menjunjung tinggi kebenaran, kebaikan, dan nilai-nilai luhur kehidupan," tegas Haedar Nashir dalam keterangannya, Minggu (9/2/2025).
Baca juga: Momentum HPN 2025, KH Sofyan Munawar: Pers Harus Sajikan Informasi Maslahat
Ketua Umum PP Muhammadiyah ini juga mengingatkan pentingnya menghindari penyebaran hoaks, provokasi, dan konten yang dapat memicu permusuhan atau merusak persatuan bangsa.
Dalam pernyataannya, Haedar Nashir menggarisbawahi tiga aspek krusial yang perlu diperhatikan oleh insan pers. Pertama, perlunya penerapan prinsip "cover both sides" dalam pemberitaan, dengan memberikan ruang bagi berbagai sudut pandang untuk menghindari informasi yang bersifat tendensius dan monolitik. Kedua, pentingnya memberikan edukasi yang objektif dan berbasis pengetahuan kepada masyarakat. Ketiga, penguatan peran pers sebagai pilar demokrasi yang mampu mendorong konsolidasi demokrasi Indonesia.
Tantangan era digital juga mendapat sorotan khusus dalam sambutan tersebut. Haedar Nashir menyoroti perkembangan media sosial dan teknologi Artificial Intelligence (AI) yang harus dimanfaatkan secara bijak. "Media digital dan AI tidak boleh disalahgunakan untuk kepentingan yang merugikan publik, seperti menebar keresahan, penipuan, atau merusak martabat orang lain," tegasnya.