home global news

Anggaran Kemendikdasmen Dipangkas Rp8 Triliun, Anggota DPR Minta Tunjangan Guru Tak Dikurangi

Senin, 10 Februari 2025 - 09:05 WIB
ilustrasi
Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Hilman Mufidi meminta Pemerintah untuk tidak memangkas pos belanja bagi tunjangan sertifikasi guru.

Menurut Gus Hilman- sapaan akrab Muhammad Hilman Mufidi- tunjangan guru merupakan kebutuhan mendasar, sekaligus sebagai bentuk penghargaan Negara kepada para pendidik yang berperan penting dalam mencerdaskan anak bangsa.

“Mungkin untuk pos-pos anggaran tertentu lainnya boleh saja dipangkas sebagai upaya efesiensi, tapi untuk anggaran tunjangan sertifikasi guru jangan diutak-atik. Ini tunjangan yang mutlak harus diberikan kepada para guru,” ujar Gus Hilman, Senin (10/2/2025).

Diketahui, pemerintah melakukan pemangkasan anggaran belanja besar-besaran kementerian/lembaga pada 2025 hingga mencapai Rp306 triliun. Di antara pos belanja yang dipangkas adalah di sektor pendidikan.

Anggaran Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengalami pemangkasan anggaran sebesar Rp8,035 triliun. Sedangkan untuk Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) dipangkas sebesar Rp22, 5 triliun.

Baca juga:Hari Ini Pendaftaran SPAN-PTKI Dibuka, UIN Jakarta Tawarkan 30 Program Studi Unggulan

Gus Hilman mengaku bisa memahami langkah efesiensi yang dilakukan Pemerintah di tengah kesulitan ekonomi saat ini. Selain itu, memang ada beberapa pos yang mungkin tifak efektif. Namun, untuk sektor pendidikan, Gus Hilman mengingatkan bahwa sesuai dengan misi Asta Cita, target Indonesia Emas 2045 tidak mungkin bisa dicapai jika pembangunan sumber daya manusia (SDM) tidak dijadikan prioritas.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya