Riset Membuktikan! Ini Alasan Ilmiah Kenapa Pemilik Mobil Mewah Sering Ugal-ugalan di Jalan
Tim langit 7
Jum'at, 14 Februari 2025 - 09:01 WIB
Riset Membuktikan! Ini Alasan Ilmiah Kenapa Pemilik Mobil Mewah Sering Ugal-ugalan di Jalan
LANGIT7.ID-Jakarta;Kasus penusukan kondektur bus DAMRI oleh pengemudi Fortuner di Bandar Lampung menjadi bukti nyata bahwa arogansi pengendara mobil mewah bukan sekadar stereotip. Perilaku menyerobot antrean BBM yang berujung kekerasan ini ternyata memiliki penjelasan ilmiah dari berbagai penelitian terkemuka.
Studi dari University of California berjudul "Higher Social Class Predicts Increased Unethical Behavior" membongkar fakta menarik. Menurut penelitian ini, pemilik kendaraan mewah memang memiliki kecenderungan lebih tinggi untuk melanggar aturan, termasuk di jalan raya.
Perilaku ugal-ugalan yang sering dilakukan pemilik mobil mewah termasuk memotong jalur pengendara lain secara sembarangan, berkendara dengan kecepatan tinggi, hingga mengabaikan aturan lalu lintas yang berlaku. Hasil observasi tim peneliti menunjukkan, semakin mewah kendaraan yang dikendarai, semakin berani pengendaranya melakukan pelanggaran.
Temuan ini diperkuat riset lanjutan gabungan University of Illinois dan University of California. Mereka menyimpulkan bahwa tingkat kekayaan dan akses terhadap sumber daya memengaruhi cara seseorang bersikap di jalanan. Pengemudi dengan akses sumber daya lebih besar cenderung merasa "kebal" terhadap konsekuensi dari tindakan mereka.
"Ketika seseorang merasa memiliki privilege, baik dari segi materi maupun status sosial, ada kecenderungan untuk mengabaikan kepentingan orang lain," jelas tim peneliti dalam publikasi "Social Class, Solipsism, and Contextualism: How the Rich Are Different From the Poor".
Berbeda dengan pengemudi kelas premium, penelitian dari Cardiff University pada 2018 justru menemukan fakta menarik. Antony S. R. Manstead dalam risetnya mengungkapkan bahwa pengendara dari kelas menengah ke bawah memiliki tingkat kehati-hatian yang lebih tinggi saat berkendara.
"Mereka sadar betul bahwa setiap pelanggaran atau konflik di jalan bisa membawa konsekuensi berat bagi kehidupan mereka," tulis Manstead dalam riset berjudul "The Psychology of Social Class: How Socioeconomic Status Impacts Thought, Feelings, and Behaviour".
Studi dari University of California berjudul "Higher Social Class Predicts Increased Unethical Behavior" membongkar fakta menarik. Menurut penelitian ini, pemilik kendaraan mewah memang memiliki kecenderungan lebih tinggi untuk melanggar aturan, termasuk di jalan raya.
Perilaku ugal-ugalan yang sering dilakukan pemilik mobil mewah termasuk memotong jalur pengendara lain secara sembarangan, berkendara dengan kecepatan tinggi, hingga mengabaikan aturan lalu lintas yang berlaku. Hasil observasi tim peneliti menunjukkan, semakin mewah kendaraan yang dikendarai, semakin berani pengendaranya melakukan pelanggaran.
Temuan ini diperkuat riset lanjutan gabungan University of Illinois dan University of California. Mereka menyimpulkan bahwa tingkat kekayaan dan akses terhadap sumber daya memengaruhi cara seseorang bersikap di jalanan. Pengemudi dengan akses sumber daya lebih besar cenderung merasa "kebal" terhadap konsekuensi dari tindakan mereka.
"Ketika seseorang merasa memiliki privilege, baik dari segi materi maupun status sosial, ada kecenderungan untuk mengabaikan kepentingan orang lain," jelas tim peneliti dalam publikasi "Social Class, Solipsism, and Contextualism: How the Rich Are Different From the Poor".
Berbeda dengan pengemudi kelas premium, penelitian dari Cardiff University pada 2018 justru menemukan fakta menarik. Antony S. R. Manstead dalam risetnya mengungkapkan bahwa pengendara dari kelas menengah ke bawah memiliki tingkat kehati-hatian yang lebih tinggi saat berkendara.
"Mereka sadar betul bahwa setiap pelanggaran atau konflik di jalan bisa membawa konsekuensi berat bagi kehidupan mereka," tulis Manstead dalam riset berjudul "The Psychology of Social Class: How Socioeconomic Status Impacts Thought, Feelings, and Behaviour".