Bripka Ristomo, Brimob yang Jadi Guru Ngaji Gratis Anak Kampung Gunung Sindur
Haris budiman
Sabtu, 22 Februari 2025 - 12:07 WIB
Bripka Rismoto mengajar ngaji gratis. (via tribratanews)
LANGIT7.ID-Bripka Ristomo, anggota Brimob Polda Metro Jaya, mendedikasikan dirinya sebagai guru ngaji gratis anak kampung di wilayah Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Dibantu istrinya, Bripka Ristomo mengajar ngaji anak setempat di teras rumahnya di Kampung Pondok Miri, Kelurahan Rawa Kalong, Kecamatan Gunung Sindur, Bogor Jawa Barat.
Demi anak-anak mau mengaji segalanya pun disiapkan sendiri. Mulai karpet, hingga meja kecil sederhana. Kegiatan ini sudah dijalaninya sejak delapan tahun lalu.
"Aalnya anak-anak sekitar sini main. Kok mainnya kayak kurang efektif. Kita gelar buku, yang penting anak-anak ada kegiatan, lama-lama kok akhirnya banyak (anak-anak). Maka diputuskan untuk mengajar mengaji," ujar Ristomo, dikutip dari tribratanews.
Saat ini, ia menyebut total sekitar 80 anak mengaji gratis di TPA Mar'atus Tsaniyah, yang belum terdaftar secara resmi.
Sebagai anggota Brimob, dia menyadari citra 'tegas' yang melekat kepadanya. Namun dia ingin melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat saat lepas berdinas.
"Saya ingin menunjukkan, oh polisi bisa, kok, di lingkungan mana pun insyaallah bermanfaat dengan yang lain. Ini termasuk panggilan jiwa," ujarnya.
Dibantu istrinya, Bripka Ristomo mengajar ngaji anak setempat di teras rumahnya di Kampung Pondok Miri, Kelurahan Rawa Kalong, Kecamatan Gunung Sindur, Bogor Jawa Barat.
Demi anak-anak mau mengaji segalanya pun disiapkan sendiri. Mulai karpet, hingga meja kecil sederhana. Kegiatan ini sudah dijalaninya sejak delapan tahun lalu.
"Aalnya anak-anak sekitar sini main. Kok mainnya kayak kurang efektif. Kita gelar buku, yang penting anak-anak ada kegiatan, lama-lama kok akhirnya banyak (anak-anak). Maka diputuskan untuk mengajar mengaji," ujar Ristomo, dikutip dari tribratanews.
Saat ini, ia menyebut total sekitar 80 anak mengaji gratis di TPA Mar'atus Tsaniyah, yang belum terdaftar secara resmi.
Sebagai anggota Brimob, dia menyadari citra 'tegas' yang melekat kepadanya. Namun dia ingin melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat saat lepas berdinas.
"Saya ingin menunjukkan, oh polisi bisa, kok, di lingkungan mana pun insyaallah bermanfaat dengan yang lain. Ini termasuk panggilan jiwa," ujarnya.