home sosok muslim

Meneladani Kepemimpinan Shalahuddin Al-Ayyubi

Sabtu, 01 Maret 2025 - 11:11 WIB
Potret ilustrasi Shalahuddin Al-Ayyubi. (via mahadalyjakarta.com)
LANGIT7.ID-Dalam proses perkembangannya, umat Islam sempat mengalami tantangan besar berupa Perang Salib.

Kondisi ketika itu Palestina/Yerusalem dikuasai oleh Dinasti Fatimiyah yang beraliran Syiah, dan Mesir serta Suriah yang tidak memberikan pembelaan.

Umat Islam mengalami perpecahan politik dan madzhab, bahkan sering meminta bantuan musuh untuk memerangi saudara sesama Muslim.

Kondisi sosial ekonomi pun memburuk, ditandai oleh ketidakadilan para pejabat, kelaparan, serta wabah yang melanda berbagai wilayah. Dunia keilmuan juga mengalami kemunduran dengan banyaknya karya taklid dan kemujudan.

Pasukan Salib pertama tiba pada tahun 1096, terdiri dari rakyat jelata yang dipimpin oleh Peter the Hermit. Gelombang pasukan profesional menyusul pada tahun 1097 dan berhasil menaklukkan berbagai wilayah yang dikuasai Turki Seljuk, termasuk Nicaea, Edessa, dan Antioch.

Yerusalem akhirnya jatuh ke tangan Pasukan Salib pada 15 Juli 1099. Dinasti Fatimiyah turut berperan dalam jatuhnya Al-Quds, karena pemimpin mereka, Al-Afdhal, menggunakan Pasukan Salib untuk merebut Yerusalem dari penguasa Turki Seljuk.

Beruntung di balik masalah dan tantangan besar itu, ada peran penting ulama seperti Imam Al-Ghazali dan Abdul Qadir Al-Jilani yang memperbaiki orientasi pendidikan Islam.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya