Menteri Israel Buka-bukaan Soal Rencana Relokasi Warga Gaza Bareng Trump
Nabil
Senin, 10 Maret 2025 - 05:34 WIB
Menteri Israel Buka-bukaan Soal Rencana Relokasi Warga Gaza Bareng Trump
LANGIT7.ID-Jakarta;Bezalel Smotrich, Menteri Keuangan Israel dari kubu sayap kanan, mengungkapkan pada Minggu lalu bahwa rencana Presiden Donald Trump untuk memindahkan warga Palestina dari Gaza yang porak-poranda "sudah mulai berjalan", meski banyak pemerintah di kawasan Timur Tengah menolaknya mentah-mentah.
"Rencana ini sedang dijalankan, dengan koordinasi terus-menerus bersama pemerintah AS," kata Smotrich dalam acara di parlemen Israel, sambil menambahkan bahwa persiapan sedang dilakukan untuk membentuk tim khusus yang akan mengawasi pemindahan penduduk.
"Ini bisa menciptakan perubahan sejarah di Timur Tengah dan bagi Israel," ujar Smotrich, yang terus-menerus mendukung lanjutnya perang melawan Hamas dan membangun kembali kehadiran tetap Israel di Gaza.
Rencana usulan Trump ini akan membutuhkan negara-negara yang mau menampung setidaknya sebagian dari 2,4 juta penduduk Gaza, jelas Smotrich.
"Kita perlu mencari negara-negara utama, memahami kepentingan mereka – baik dengan AS maupun dengan kita – dan membangun kerjasama," ucapnya.
Pelaksanaan rencana tersebut, yang didukung pemimpin Israel lainnya tapi dikecam keras oleh Palestina, pemerintah Arab, dan beberapa pemimpin dunia, bakal menjadi operasi logistik raksasa, kata Smotrich.
"Biar gampang membayangkannya – kalau kita memindahkan 10.000 orang per hari, tujuh hari seminggu, itu butuh waktu enam bulan," jelasnya.
"Rencana ini sedang dijalankan, dengan koordinasi terus-menerus bersama pemerintah AS," kata Smotrich dalam acara di parlemen Israel, sambil menambahkan bahwa persiapan sedang dilakukan untuk membentuk tim khusus yang akan mengawasi pemindahan penduduk.
"Ini bisa menciptakan perubahan sejarah di Timur Tengah dan bagi Israel," ujar Smotrich, yang terus-menerus mendukung lanjutnya perang melawan Hamas dan membangun kembali kehadiran tetap Israel di Gaza.
Rencana usulan Trump ini akan membutuhkan negara-negara yang mau menampung setidaknya sebagian dari 2,4 juta penduduk Gaza, jelas Smotrich.
"Kita perlu mencari negara-negara utama, memahami kepentingan mereka – baik dengan AS maupun dengan kita – dan membangun kerjasama," ucapnya.
Pelaksanaan rencana tersebut, yang didukung pemimpin Israel lainnya tapi dikecam keras oleh Palestina, pemerintah Arab, dan beberapa pemimpin dunia, bakal menjadi operasi logistik raksasa, kata Smotrich.
"Biar gampang membayangkannya – kalau kita memindahkan 10.000 orang per hari, tujuh hari seminggu, itu butuh waktu enam bulan," jelasnya.