Bantu Masalah Ekonomi, Pemerintah Kembangkan 500 Koperasi Modern Hingga 2024
Mahmuda attar hussein
Senin, 12 Juli 2021 - 20:37 WIB
Ilustrasi pengembangan koperasi di Indonesia hingga 2024. Foto: Langit7/Istock
Pemerintah dalam hal ini Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) mendorong masyarakat untuk bisa menjadikan koperasi sebagai bagian usaha atau lembaga yang bisa membantu membantu perekonomian.
Menteri Kemenkop UKM Teten Masduki mengatakan, penting dalam hal ini membangun kesadaran masyarakat bahwa koperasi memiliki potensi besar untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
“Selain peningkatan ekonomi anggota, koperasi juga diharapkan menjadi lembaga sosial dan lembaga pendidikan bagi anggota dan masyarakat,” katanya dalam Webinar Peluncuran dan Bedah Buku Pemikiran Bung Hatta: Gerakan Koperasi dan Perekonomian Rakyat, Senin (12/7/2021).
Namun, Teten mengaku saat ini koperasi belum menjadi pilihan utama sebagai kelembagaan ekonomi rakyat. Dilihat dari rendahnya partisipasi penduduk yang menjadi anggota, terhitung hanya 8,41 persen.
Menurutnya, angka itu masih di bawah rata-rata dunia yang mencapai 16,31 persen. Selain itu, kontribusi koperasi terhadap perekonomian nasional juga masih sebesar 5,1 persen.
Menteri Kemenkop UKM Teten Masduki mengatakan, penting dalam hal ini membangun kesadaran masyarakat bahwa koperasi memiliki potensi besar untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
“Selain peningkatan ekonomi anggota, koperasi juga diharapkan menjadi lembaga sosial dan lembaga pendidikan bagi anggota dan masyarakat,” katanya dalam Webinar Peluncuran dan Bedah Buku Pemikiran Bung Hatta: Gerakan Koperasi dan Perekonomian Rakyat, Senin (12/7/2021).
Namun, Teten mengaku saat ini koperasi belum menjadi pilihan utama sebagai kelembagaan ekonomi rakyat. Dilihat dari rendahnya partisipasi penduduk yang menjadi anggota, terhitung hanya 8,41 persen.
Menurutnya, angka itu masih di bawah rata-rata dunia yang mencapai 16,31 persen. Selain itu, kontribusi koperasi terhadap perekonomian nasional juga masih sebesar 5,1 persen.