Amru bin Jumuh: Kisah si Pincang yang Memaksa Ikut Bertempur di Perang Uhud
Miftah yusufpati
Rabu, 12 Maret 2025 - 17:50 WIB
Ini adalah kali pertama bagi Amru terjun ke medan perang, karena dia kakinya pincang. Ilustrasi: Ist
LANGIT7.ID--Hari itu Amru bin Jumuh bersiap-siap mengenakan baju perang dan bermaksud berangkat bersama kaum muslimin ke medan Uhud. Ia bertekad untuk menjadi syahid. Ia pun berdoa: "Ya Allah, jangan kembalikan aku ke keluargaku, dan limpahkanlah kepadaku kesyahidan."
Ini adalah kali pertama bagi Amru terjun ke medan perang, karena dia kakinya pincang. Di dalam Al-Quran disebutkan: "Tiada dosa atas orang-orang buta, atas orang-orang pincang dan atas orang sakit untuk tidak ikut berperang." (QS Al-Fath : 17)
Karena kepincangannya itu maka Amru tidak wajib ikut berperang. Lagi pula 4 anaknya yang juga sudah masuk Islam juga telah pergi ke medan perang.
Tidak seorang pun menduga Amru dengan keadaannya yang seperti itu akan memanggul senjata dan bergabung dengan kaum muslimin lainnya untuk berperang.
Sebenarnya, kaumnya telah mencegah dia dengan mengatakan: "Sadarilah hai Amru, bahwa engkau pincang. Tak usahlah ikut berperang bersama Nabi SAW."
Namun Amru menjawab: "Mereka semua pergi ke surga, apakah aku harus duduk-duduk bersama kalian?"
Baca juga: Kisah Sahabat Nabi Thalhah bin Ubaidillah: Berjalan di Muka Bumi setelah Kematiannya
Ini adalah kali pertama bagi Amru terjun ke medan perang, karena dia kakinya pincang. Di dalam Al-Quran disebutkan: "Tiada dosa atas orang-orang buta, atas orang-orang pincang dan atas orang sakit untuk tidak ikut berperang." (QS Al-Fath : 17)
Karena kepincangannya itu maka Amru tidak wajib ikut berperang. Lagi pula 4 anaknya yang juga sudah masuk Islam juga telah pergi ke medan perang.
Tidak seorang pun menduga Amru dengan keadaannya yang seperti itu akan memanggul senjata dan bergabung dengan kaum muslimin lainnya untuk berperang.
Sebenarnya, kaumnya telah mencegah dia dengan mengatakan: "Sadarilah hai Amru, bahwa engkau pincang. Tak usahlah ikut berperang bersama Nabi SAW."
Namun Amru menjawab: "Mereka semua pergi ke surga, apakah aku harus duduk-duduk bersama kalian?"
Baca juga: Kisah Sahabat Nabi Thalhah bin Ubaidillah: Berjalan di Muka Bumi setelah Kematiannya