Medvedev Susah Payah Kalahkan Arthur Fils di Perempat Final BNP Paribas, Setelah Menang Teriak Sepuas Puasnya
Sururi al faruq
Jum'at, 14 Maret 2025 - 07:07 WIB
Medvedev Susah Payah Kalahkan Arthur Fils di Perempat Final BNP Paribas, Setelah Menang Teriak Sepuas Puasnya
LANGIT7.ID-Indian Wells; Petenis Rusia, Daniil Medvedev menunjukkan performa luar biasa pada Kamis (14/3/2025) untuk mempertahankan harapannya meraih gelar di BNP Paribas Open. Pemain berperingkat kelima dunia itu berhasil mengalahkan petenis muda asal Perancis, Arthur Fils, yang tampil menginspirasi, untuk kembali melangkah ke semifinal di Indian Wells.
Medvedev, yang pernah menjadi finalis di turnamen ini pada 2023 dan 2024, sempat berada dalam situasi sulit ketika tertinggal 2-4 di set ketiga melawan Fils yang berusia 20 tahun. Namun, Medvedev, yang dikenal sebagai pemain tangguh di ajang ATP Masters 1000, berhasil bangkit dan memenangkan pertandingan dengan skor 6-4, 2-6, 7-6(7) pada match point ketiganya.
"Saya sudah kalah dalam banyak pertandingan ketat tahun ini, padahal saya seharusnya bisa menang. Semakin sering itu terjadi, semakin mudah kepercayaan diri hilang di momen-momen krusial," kata Medvedev setelah pertandingan. "Saya senang bisa memenangkan pertandingan ini, apalagi dia sempat menyelamatkan beberapa match point dan memimpin break di set ketiga. Saya hanya bersyukur bisa menang."
Dalam kondisi lapangan yang berangin di Stadium 1, Medvedev menampilkan serangkaian pukulan spektakuler untuk mengimbangi permainan agresif Fils, yang sering menutup net untuk memberi tekanan. Kedua pemain tampil seimbang, sehingga pertandingan harus ditentukan melalui tie-break di set ketiga. Meski hanya memenangkan satu dari sembilan tie-break set ketiga sebelumnya, Medvedev bermain agresif dan konsisten untuk meraih kemenangan setelah dua jam 24 menit.
Fils memberikan perlawanan sengit, tetapi pada momen krusial, ia melakukan kesalahan voli saat menghadapi match point di skor 8/9. Medvedev pun merayakan kemenangan sulitnya dengan melompat kegirangan di tengah udara California.
"Pertandingan ini sangat sulit karena angin," ujar Medvedev tentang kondisi lapangan yang memengaruhi permainan, terutama di set ketiga. "Sulit untuk bermain secara taktis dan teknis. Siapa pun yang terkena hembusan angin lebih kencang bisa saja salah memukul, dan itu sedikit soal keberuntungan. Saya tahu dia memimpin break di set ketiga, tapi saya yakin bisa membalasnya, dan itulah yang saya lakukan."
Medvedev, yang pernah menjadi finalis di turnamen ini pada 2023 dan 2024, sempat berada dalam situasi sulit ketika tertinggal 2-4 di set ketiga melawan Fils yang berusia 20 tahun. Namun, Medvedev, yang dikenal sebagai pemain tangguh di ajang ATP Masters 1000, berhasil bangkit dan memenangkan pertandingan dengan skor 6-4, 2-6, 7-6(7) pada match point ketiganya.
"Saya sudah kalah dalam banyak pertandingan ketat tahun ini, padahal saya seharusnya bisa menang. Semakin sering itu terjadi, semakin mudah kepercayaan diri hilang di momen-momen krusial," kata Medvedev setelah pertandingan. "Saya senang bisa memenangkan pertandingan ini, apalagi dia sempat menyelamatkan beberapa match point dan memimpin break di set ketiga. Saya hanya bersyukur bisa menang."
Dalam kondisi lapangan yang berangin di Stadium 1, Medvedev menampilkan serangkaian pukulan spektakuler untuk mengimbangi permainan agresif Fils, yang sering menutup net untuk memberi tekanan. Kedua pemain tampil seimbang, sehingga pertandingan harus ditentukan melalui tie-break di set ketiga. Meski hanya memenangkan satu dari sembilan tie-break set ketiga sebelumnya, Medvedev bermain agresif dan konsisten untuk meraih kemenangan setelah dua jam 24 menit.
Fils memberikan perlawanan sengit, tetapi pada momen krusial, ia melakukan kesalahan voli saat menghadapi match point di skor 8/9. Medvedev pun merayakan kemenangan sulitnya dengan melompat kegirangan di tengah udara California.
"Pertandingan ini sangat sulit karena angin," ujar Medvedev tentang kondisi lapangan yang memengaruhi permainan, terutama di set ketiga. "Sulit untuk bermain secara taktis dan teknis. Siapa pun yang terkena hembusan angin lebih kencang bisa saja salah memukul, dan itu sedikit soal keberuntungan. Saya tahu dia memimpin break di set ketiga, tapi saya yakin bisa membalasnya, dan itulah yang saya lakukan."