Tips Jaga Kesehatan Mental selama Ramadhan, Salah Satunya Makanan Bergizi
Fajar adhitya
Jum'at, 14 Maret 2025 - 19:35 WIB
Foto: Freepik.com
LANGIT7.ID-Jakarta; Pentingnya menjaga kesehatan fisik melalui konsumsi makanan sehat, yang dinilai dapat memengaruhi suasana hati. Makanan bergizi yang tepat dapat membantu menjaga emosi dan meningkatkan kesehatan mental.
Selain itu, makanan yang disukai atau makanan yang dapat membuat seseorang merasa bahagia juga penting untuk menciptakan suasana hati yang positif selama berpuasa. Penting juga untuk minum air yang cukup agar terhindar dari dehidrasi yang dapat menyebabkan penurunan kinerja otak dan meningkatkan gejala depresi serta kecemasan.
"Minum air yang cukup itu bisa menciptakan rasa rileks dan menjaga kerja otak. Kita memang ternyata butuh air yang cukup supaya tubuh kita selama berpuasa, tidak dehidrasi," ujar Psikolog lulusan Universitas Indonesia (UI), Nurul Adiningtyas, MPsi.
Lebih lanjut, Nurul mengungkapkan bahwa tidur yang cukup adalah salah satu kunci utama dalam menjaga kesehatan mental. Dia mengimbau untuk mengatur waktu tidur dengan bijak, karena perubahan jadwal selama Ramadhan dapat mengganggu pola tidur.
Menjaga hubungan sosial yang baik dengan keluarga, teman, atau komunitas untuk meningkatkan perasaan bahagia dan sehat secara mental.
Hal ini penting dilakukan agar seseorang yang merasa tertekan, dapat memperoleh dukungan dari orang terdekat atau seorang praktisi kesehatan mental dalam membantu meringankan beban.
"Meningkatkan interaksi sosial, seperti berbuka puasa bersama, mengikuti kajian, atau berpartisipasi dalam kegiatan sosial, dapat memberikan dukungan emosional yang positif," ujarnya.
Selain itu, makanan yang disukai atau makanan yang dapat membuat seseorang merasa bahagia juga penting untuk menciptakan suasana hati yang positif selama berpuasa. Penting juga untuk minum air yang cukup agar terhindar dari dehidrasi yang dapat menyebabkan penurunan kinerja otak dan meningkatkan gejala depresi serta kecemasan.
"Minum air yang cukup itu bisa menciptakan rasa rileks dan menjaga kerja otak. Kita memang ternyata butuh air yang cukup supaya tubuh kita selama berpuasa, tidak dehidrasi," ujar Psikolog lulusan Universitas Indonesia (UI), Nurul Adiningtyas, MPsi.
Lebih lanjut, Nurul mengungkapkan bahwa tidur yang cukup adalah salah satu kunci utama dalam menjaga kesehatan mental. Dia mengimbau untuk mengatur waktu tidur dengan bijak, karena perubahan jadwal selama Ramadhan dapat mengganggu pola tidur.
Menjaga hubungan sosial yang baik dengan keluarga, teman, atau komunitas untuk meningkatkan perasaan bahagia dan sehat secara mental.
Hal ini penting dilakukan agar seseorang yang merasa tertekan, dapat memperoleh dukungan dari orang terdekat atau seorang praktisi kesehatan mental dalam membantu meringankan beban.
"Meningkatkan interaksi sosial, seperti berbuka puasa bersama, mengikuti kajian, atau berpartisipasi dalam kegiatan sosial, dapat memberikan dukungan emosional yang positif," ujarnya.