Menjaga Perut dan Hati: Puasa Mengendalikan Diri dari Kerakusan
Miftah yusufpati
Selasa, 18 Maret 2025 - 03:00 WIB
Mari kita manfaatkan Ramadan ini sebagai momen terbaik untuk berlatih mengendalikan diri. Ilustrasi: AI
LANGIT7.ID--Islam mengajarkan keseimbangan dalam segala aspek kehidupan, termasuk dalam urusan makan dan minum. Rasulullah SAW bersabda:
“مَا مَلَأَ آدَمِيٌّ وِعَاءً شَرًّا مِنْ بَطْنٍ بِحَسْبِ ابْنِ آدَمَ أُكُلَاتٌ يُقِمْنَ صُلْبَهُ فَإِنْ كَانَ لَا مَحَالَةَ فَثُلُثٌ لِطَعَامِهِ وَثُلُثٌ لِشَرَابِهِ وَثُلُثٌ لِنَفَسِهِ”
“Tidaklah anak Adam memenuhi wadah yang lebih buruk daripada perutnya. Cukuplah bagi anak Adam beberapa suap makanan untuk menegakkan tulang punggungnya. Jika ia harus mengisi lebih banyak, maka sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga untuk nafasnya.” (HR. Tirmidzi, no. 2380; Ibnu Majah, no. 3349; Ahmad, no. 17186)
Hadis ini menjadi pedoman utama dalam menjaga pola makan yang seimbang. Perut yang terlalu penuh justru akan membawa dampak buruk, baik bagi fisik maupun spiritual seseorang.
Makan berlebihan telah terbukti secara ilmiah membawa berbagai penyakit seperti obesitas, diabetes, dan gangguan metabolisme lainnya.
Dalam Islam, keseimbangan pola makan juga berkaitan dengan kejernihan hati dan spiritualitas.