Petenis Nomor Satu Dunia Ragu Ikut Olimpiade Tokyo
Garry Talentedo Kesawa
Senin, 12 Juli 2021 - 21:48 WIB
Petenis putra asal Serbia Novak Djokovic. Foto: Sky Sports
Melonjaknya kasus Covid-19 di Jepang berdampak pada penyelenggaraan Olimpiade Tokyo. Pihak penyelenggara kemungkinan menggelar Olimpiade tanpa dihadiri penonton.
Jepang mengonfirmasi adanya 2.032 kasus infeksi harian baru Covid-19 di Tokyo per hari Senin (12/7/2021). Penambahan kasus tersebut membuat pemerintah mengumumkan State of Emergency (SoE) atau keadaan darurat untuk wilayah Tokyo dari tanggal 12 Juli hingga 22 Agustus 2021.
Lonjakan kasus Covid-19 berdampak pada penyelenggaraan Olimpiade Tokyo yang segera berlangsung pada 23 Juli. Pemerintah Jepang dan Komite Olimpiade Internasional (IOC) pun sepakat untuk menggelar event olahraga multievent itu tanpa dihadiri penonton.
Petenis nomor satu dunia, Novak Djokovic, mengaku ragu untuk mengikuti Olimpiade tersebut di tengah melonjaknya kasus Covid-19 di Tokyo. "Saya selalu punya rencana ke Olimpiade. Tetapi saat ini saya sedikit terpecah. Ini seperti 50-50 karena apa yang saya dengar dalam beberapa terakhir," kata Djokovic seperti dilansir dari Antara, Senin (12/7/2021).
Djokovic baru saja menyelesaikan leg ketiga untuk meraih Golden Slam di hari Ahad. Raihan tersebut sekaligus menambah gelar Wimbledon ke dalam daftar kemenangannya setelah Australian Open dan Roland Garros pada 2021.
Untuk pertama kalinya dalam karir Djokovic mampu memenangi tiga gelar utama musim ini. Djokovic kemungkinan tidak akan pernah mendapatkan kesempatan lain untuk menyelesaikan Golden Slam seumpama memilih keluar dari Olimpiade. Langkah yang banyak dilakukan pesaingnya.
Diketahui, beberapa atlet besar olahraga tenis seperti Rafael Nadal, Dominic Thiem, Stan Wawrinka, Nick Kyrgios, Serena Williams, dan Simona Halep telah mengumumkan keputusan mereka untuk melewatkan Olimpiade yang telah tertunda satu tahun karena pandemi Covid-19.
Jepang mengonfirmasi adanya 2.032 kasus infeksi harian baru Covid-19 di Tokyo per hari Senin (12/7/2021). Penambahan kasus tersebut membuat pemerintah mengumumkan State of Emergency (SoE) atau keadaan darurat untuk wilayah Tokyo dari tanggal 12 Juli hingga 22 Agustus 2021.
Lonjakan kasus Covid-19 berdampak pada penyelenggaraan Olimpiade Tokyo yang segera berlangsung pada 23 Juli. Pemerintah Jepang dan Komite Olimpiade Internasional (IOC) pun sepakat untuk menggelar event olahraga multievent itu tanpa dihadiri penonton.
Petenis nomor satu dunia, Novak Djokovic, mengaku ragu untuk mengikuti Olimpiade tersebut di tengah melonjaknya kasus Covid-19 di Tokyo. "Saya selalu punya rencana ke Olimpiade. Tetapi saat ini saya sedikit terpecah. Ini seperti 50-50 karena apa yang saya dengar dalam beberapa terakhir," kata Djokovic seperti dilansir dari Antara, Senin (12/7/2021).
Djokovic baru saja menyelesaikan leg ketiga untuk meraih Golden Slam di hari Ahad. Raihan tersebut sekaligus menambah gelar Wimbledon ke dalam daftar kemenangannya setelah Australian Open dan Roland Garros pada 2021.
Untuk pertama kalinya dalam karir Djokovic mampu memenangi tiga gelar utama musim ini. Djokovic kemungkinan tidak akan pernah mendapatkan kesempatan lain untuk menyelesaikan Golden Slam seumpama memilih keluar dari Olimpiade. Langkah yang banyak dilakukan pesaingnya.
Diketahui, beberapa atlet besar olahraga tenis seperti Rafael Nadal, Dominic Thiem, Stan Wawrinka, Nick Kyrgios, Serena Williams, dan Simona Halep telah mengumumkan keputusan mereka untuk melewatkan Olimpiade yang telah tertunda satu tahun karena pandemi Covid-19.