Macron dan Pangeran Mahkota Saudi Bahas Perdamaian Gaza dan Ukraina
Nabil
Kamis, 20 Maret 2025 - 06:54 WIB
Macron dan Pangeran Mahkota Saudi Bahas Perdamaian Gaza dan Ukraina
LANGIT7.ID-Jakarta;Presiden Prancis Emmanuel Macron mengumumkan pada Rabu bahwa dia telah berbicara dengan Pangeran Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman, di mana keduanya mengecam kembalinya serangan Israel terhadap Gaza.
Macron menyatakan mereka akan menjadi ketua bersama konferensi tentang solusi dua negara, yang bertujuan "membantu menghidupkan kembali perspektif politik bagi warga Israel dan Palestina".
Baca juga: Trump Dukung Serangan Israel, Gencatan Senjata Gaza Hancur Berantakan
"Kembali ke gencatan senjata sangat penting untuk pembebasan semua sandera dan perlindungan warga sipil," kata Macron dalam unggahan di platform X, menambahkan bahwa kedua pemimpin membahas pentingnya bekerja sama mengenai masa depan Gaza.
Militer Israel pada hari Rabu melanjutkan operasi darat di Gaza tengah dan selatan, sementara serangan udara pada hari kedua menewaskan setidaknya 48 warga Palestina, menurut petugas kesehatan di wilayah pesisir tersebut.
Baca juga:Konflik Gaza Memanas: Israel Lancarkan Operasi Darat Baru, Puluhan Korban Berjatuhan
Operasi darat yang diperbarui ini terjadi sehari setelah lebih dari 400 warga Palestina tewas dalam serangan udara dalam salah satu episode paling mematikan sejak awal konflik pada Oktober 2023, menghancurkan gencatan senjata yang sebagian besar bertahan sejak Januari.
Macron menyatakan mereka akan menjadi ketua bersama konferensi tentang solusi dua negara, yang bertujuan "membantu menghidupkan kembali perspektif politik bagi warga Israel dan Palestina".
Baca juga: Trump Dukung Serangan Israel, Gencatan Senjata Gaza Hancur Berantakan
"Kembali ke gencatan senjata sangat penting untuk pembebasan semua sandera dan perlindungan warga sipil," kata Macron dalam unggahan di platform X, menambahkan bahwa kedua pemimpin membahas pentingnya bekerja sama mengenai masa depan Gaza.
Militer Israel pada hari Rabu melanjutkan operasi darat di Gaza tengah dan selatan, sementara serangan udara pada hari kedua menewaskan setidaknya 48 warga Palestina, menurut petugas kesehatan di wilayah pesisir tersebut.
Baca juga:Konflik Gaza Memanas: Israel Lancarkan Operasi Darat Baru, Puluhan Korban Berjatuhan
Operasi darat yang diperbarui ini terjadi sehari setelah lebih dari 400 warga Palestina tewas dalam serangan udara dalam salah satu episode paling mematikan sejak awal konflik pada Oktober 2023, menghancurkan gencatan senjata yang sebagian besar bertahan sejak Januari.