home masjid

Kolom Ngabuburit Senja: Berhala-berhala Modern

Kamis, 20 Maret 2025 - 17:38 WIB
Kolom Ngabuburit Senja: Berhala-berhala Modern
LANGIT7.ID-Suatu waktu saya pergi ke Gunung Kawi di Malang. Semua orang ngalap berkah di tempat pesugihan yang mulai muncul pada tahun 1940-an itu. Di depan dua makam, mereka memejamkan mata khusyuk berdoa. Mungkin cuma saya yang pura-pura memicingkan mata. Diam-diam saya amati mereka.

Beberapa hari tinggal di kompleks pasareanitu, ya semacam metode partisipasi dalam jurnalistik. Di lain waktu, saya berada dalam antrean di Lapangan Merah, di depan Kremlin, di jantung kota Moskwa. Saya mengunjungi pendiri Uni Soviet (kini Rusia): Lenin. Di mausoleum granit yang dibangun tahun 1930, persis di beranda Kremlin, jasad Lenin yang diawetkan, berjas warna gelap, dibaringkan telentang di sebuah sarkofagus kaca antipeluru.

Baca juga: Kolom Ngabuburit Senja: Kuasai Indonesia, Taklukkanlah Islam

Dua cerita itu adalah narasi tentang pemujaan. Sejak zaman primitif, pemujaan adalah bentuk kepercayaan manusia akan kekuatan di luar dirinya. Tersebutlah animisme (roh) dan dinamisme (kekuatan gaib). Maka, pemujaan bisa pada pohon besar, gunung, sungai, keris, batu, dan lain-lain. Lalu politeisme yang memuja banyak dewa, seperti di Sumeria, Akkadia, Mesir, Yunani era kuno. Bahkan, membuat patung sebagai simbol dewa atau Tuhan. Dan, mereka sembah sendiri, dengan segala prosesi ritualnya. Mereka adalah para penyembah berhala (paganisme).

Sejak risalah tauhid dari langit (monoteisme) dan Allah mengutus para rasul, perang terhadap berhala-berhala itu pun dikumandangkan. Kita membaca patung-patung di kuil Raja Namrud dihancurkan Nabi Ibrahim (QS. As-Shaffat: 93) hingga berkeping-keping kecuali satu berhala yang dibiarkan (QS. Al-Anbiya: 58).

Baca juga:Kolom Ngabuburit Senja: Taat Ibadah Ritual, Abai Ibadah Sosial

Satu patung itu merupakan patung utama yang besar yang kemungkinan bernama Sin, dewa bulan bangsa Akkadia (Jerald Dirks, Ibrahim Sang Sahabat Tuhan, 2004). Nabi Musa menghancurkan patung anak sapi emas buatan Samiri yang disembah Bani Israil (QS. Thaha: 88).
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya