Membiasakan Jurnaling Bantu Tidur Jadi Lelap
Fajar adhitya
Ahad, 23 Maret 2025 - 04:40 WIB
Foto: Freepik.com
LANGIT7.ID-Jakarta; Saat berusaha untuk tidur seringkali kepala dipenuhi dengan pikiran yang bisa semakin menunda siklus tidur.
Ditulis laman Hindustan Times, meskipun pikiran-pikiran ini mungkin tampak tidak berbahaya, namun pikiran-pikiran tersebut dapat memengaruhi secara signifikan dan menyebabkan kecemasan, stres, serta mengganggu ritme sirkadian tubuh dengan mengganggu rutinitas tidur.
"Berpikir hanyalah pekerjaan pikiran. Namun, yang dapat kita lakukan adalah mengelola cara kita berhubungan dengan pikiran-pikiran tersebut," ujar Siddhi Aiya, psikolog dan pembina kebiasaan, Alyve Health.
Psikolog tersebut selanjutnya menyarankan kiat menulis dengan pena dan kertas untuk mengatasi pikiran dan tidur lebih nyenyak.
“Daripada mencoba menekan pikiran, strategi yang bermanfaat adalah menuliskan semua yang terlintas di benak Anda sebelum tidur. Pikiran sering kali bersifat auditori, semakin keras dan semakin berlebihan semakin lama kita membiarkannya tidak terkendali," ujarnya.
Dengan menuliskannya, pengalaman auditori beralih ke pengalaman visual. Pergeseran ini sering kali mengurangi intensitas pikiran dan memberi suatu perspektif. Dengan melihat pikiran di atas kertas, itu membuatnya lebih nyata dan mudah dikelola dan mudah dihindari.
Manfaat menulis jurnal sebelum tidur memungkinkan kita untuk mengeksternalisasikan pikiran, memberi ruang untuk memprosesnya dengan lebih jelas. Seringkali terungkapnya hubungan atau pola dalam pemikiran yang mungkin tidak disadari sebelumnya.
Ditulis laman Hindustan Times, meskipun pikiran-pikiran ini mungkin tampak tidak berbahaya, namun pikiran-pikiran tersebut dapat memengaruhi secara signifikan dan menyebabkan kecemasan, stres, serta mengganggu ritme sirkadian tubuh dengan mengganggu rutinitas tidur.
"Berpikir hanyalah pekerjaan pikiran. Namun, yang dapat kita lakukan adalah mengelola cara kita berhubungan dengan pikiran-pikiran tersebut," ujar Siddhi Aiya, psikolog dan pembina kebiasaan, Alyve Health.
Psikolog tersebut selanjutnya menyarankan kiat menulis dengan pena dan kertas untuk mengatasi pikiran dan tidur lebih nyenyak.
“Daripada mencoba menekan pikiran, strategi yang bermanfaat adalah menuliskan semua yang terlintas di benak Anda sebelum tidur. Pikiran sering kali bersifat auditori, semakin keras dan semakin berlebihan semakin lama kita membiarkannya tidak terkendali," ujarnya.
Dengan menuliskannya, pengalaman auditori beralih ke pengalaman visual. Pergeseran ini sering kali mengurangi intensitas pikiran dan memberi suatu perspektif. Dengan melihat pikiran di atas kertas, itu membuatnya lebih nyata dan mudah dikelola dan mudah dihindari.
Manfaat menulis jurnal sebelum tidur memungkinkan kita untuk mengeksternalisasikan pikiran, memberi ruang untuk memprosesnya dengan lebih jelas. Seringkali terungkapnya hubungan atau pola dalam pemikiran yang mungkin tidak disadari sebelumnya.