LANGIT7.ID-, Jakarta - - Momen wisuda umumnya identik dengan kebahagiaan akan pencapaian di bidang akademik. Namun, lain halnya dengan wisuda pemain
Timnas Indonesia,
Pratama Arhan.
Selain membawa kebahagiaan, momen tersebut juga diwarnai dengan suasana emosional bagi Arhan.
Pesepakbola kelahiran Blora, 21 Desember 2001 ini tak mampu menyembunyikan haru saat menyampaikan pesan khusus untuk mendiang ayahnya di tengah prosesi kelulusan.
Baca juga: Pratama Arhan Punya Rekan Baru, Putra Legenda Brasil Rivaldo Resmi Gabung Bangkok UnitedDi hadapan tamu undangan, Arhan mengungkapkan rasa bangga sekaligus kehilangan. Dengan suara bergetar, ia mengenang sosok ayahnya yang semasa hidup kerap menanyakan kapan dirinya akan menyelesaikan pendidikan.
“Pak, sekarang saya sudah jadi
sarjana, tapi bapak tidak bisa menyaksikan wisuda Arhan,” ucapnya.
Ia juga mengingat kembali pertanyaan sederhana sang ayah, “Kapan wisudanya, nak?” yang akhirnya terjawab di momen tersebut.
“Alhamdulillah, hari ini saya bisa menjawab. Saya sekarang sudah lulus menjadi sarjana, Pak,” lanjutnya.
Pidato tersebut langsung menyita perhatian dan menjadi momen emosional dalam rangkaian acara. Banyak yang menilai, pencapaian Arhan bukan sekadar keberhasilan akademik, tetapi juga bentuk penghormatan atas doa dan harapan orang tua.
Suasana semakin mengharukan ketika sang ibu terlihat tak kuasa menahan tangis saat menyaksikan anaknya berbicara di podium. Reaksi tersebut mencerminkan perjalanan panjang keluarga yang penuh perjuangan, kehilangan, dan kebanggaan.
Baca juga: Pratama Arhan Gugat Cerai Talak Putri Andre Rosiade, Azizah ShalsaSebelumnya, keluarga Arhan diketahui tengah berduka setelah sang ayah, Sutrisno bin Raji, meninggal dunia pada 7 Desember 2025 di Blora. Kabar duka tersebut sempat dikonfirmasi oleh Indra Sjafri melalui media sosial.
Kini, Pratama Arhan Alif Rifai resmi menyandang gelar Sarjana Manajemen (S.M) dari Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang.
Momen wisuda Arhan dan angkatannya menjadi sangat spesial karena tercatat sebagai lulusan pertama di Indonesia yang menerima ijazah berbasis
blockchain, yaitu teknologi yang menjamin keamanan dan keaslian dokumen digital.
(est)