Arab Saudi dan UAE Rayakan Idul Fitri pada Minggu, 30 Maret
Tim langit 7
Ahad, 30 Maret 2025 - 04:30 WIB
Arab Saudi dan UAE Rayakan Idul Fitri pada Minggu, 30 Maret
LANGIT7.ID-Arab Saudi; Di tengah perdebatan "Phantom Moon" yang memicu kekacauan penentuan Idul Fitri di dunia Islam, Arab Saudi mengumumkan sudah melihat hilal Syawal. Akhirnya diputuskan umat Islam di Arab Saudi dan UAE (Uni Arab Emirat) akan merayakan Idul Fitri pada Minggu, 30 Maret.
Saat bulan suci Ramadan 2025 hampir berakhir, jutaan umat Islam di seluruh dunia menengadahkan pandangan ke langit, menantikan kemunculan bulan sabit yang menandakan datangnya Idul Fitri. Peristiwa langit ini, yang sarat dengan tradisi dan spiritualitas, menandai dimulainya bulan Syawal dan hari raya Idul Fitri, saat untuk bersyukur, merenung, dan bersukacita.
Tradisi melihat bulan Idul Fitri telah berlangsung selama berabad-abad, dengan komunitas Muslim di Arab Saudi, UAE, Inggris, AS, Jerman, Prancis, Selandia Baru, Australia, Indonesia, India, Pakistan, Bangladesh, Oman, Turki, dan negara-negara lain secara tradisional mengamati langit dengan mata telanjang atau menggunakan teleskop. Begitu bulan sabit terlihat, kabarnya cepat menyebar melalui masjid, organisasi komunitas, dan media, memicu kegembiraan saat keluarga bersiap untuk perayaan.
Namun, metode penentuan awal Syawal bisa berbeda-beda. Beberapa negara mengandalkan pemantauan fisik bulan, sementara yang lain mengikuti perhitungan astronomi untuk memprediksi kemunculannya. Perbedaan ini terkadang menyebabkan sedikit variasi tanggal Idul Fitri di berbagai wilayah, menambah keberagaman budaya dalam perayaan ini.
Berbeda dengan kalender Masehi yang umum digunakan di Barat, kalender Islam berbasis bulan. Artinya, Ramadan dan Idul Fitri bergeser sekitar 10-11 hari setiap tahun, karena bulan lunar lebih pendek daripada bulan solar. Oleh karena itu, pemandangan bulan sabit bisa berbeda antarnegara, membuat penantian Idul Fitri menjadi momen mendebarkan tahunan bagi umat Islam di seluruh dunia.
Selama 720 jam—setara dengan empat minggu dua hari—umat Islam menjalankan puasa Ramadan dari subuh hingga maghrib. Periode ini didedikasikan untuk perenungan spiritual, berzakat, dan aksi kemanusiaan seperti memberi makan kaum kurang mampu.
Ramadan berakhir dengan malam Lailatul Qadar, malam suci diyakini sebagai saat Al-Quran pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad ﷺ. Diperkirakan jatuh pada malam ke-21, 23, 25, 27, atau 29 Ramadan, malam ini menjadi waktu untuk berdoa dan beribadah intensif jelang Idul Fitri.
Saat bulan suci Ramadan 2025 hampir berakhir, jutaan umat Islam di seluruh dunia menengadahkan pandangan ke langit, menantikan kemunculan bulan sabit yang menandakan datangnya Idul Fitri. Peristiwa langit ini, yang sarat dengan tradisi dan spiritualitas, menandai dimulainya bulan Syawal dan hari raya Idul Fitri, saat untuk bersyukur, merenung, dan bersukacita.
Tradisi melihat bulan Idul Fitri telah berlangsung selama berabad-abad, dengan komunitas Muslim di Arab Saudi, UAE, Inggris, AS, Jerman, Prancis, Selandia Baru, Australia, Indonesia, India, Pakistan, Bangladesh, Oman, Turki, dan negara-negara lain secara tradisional mengamati langit dengan mata telanjang atau menggunakan teleskop. Begitu bulan sabit terlihat, kabarnya cepat menyebar melalui masjid, organisasi komunitas, dan media, memicu kegembiraan saat keluarga bersiap untuk perayaan.
Namun, metode penentuan awal Syawal bisa berbeda-beda. Beberapa negara mengandalkan pemantauan fisik bulan, sementara yang lain mengikuti perhitungan astronomi untuk memprediksi kemunculannya. Perbedaan ini terkadang menyebabkan sedikit variasi tanggal Idul Fitri di berbagai wilayah, menambah keberagaman budaya dalam perayaan ini.
Berbeda dengan kalender Masehi yang umum digunakan di Barat, kalender Islam berbasis bulan. Artinya, Ramadan dan Idul Fitri bergeser sekitar 10-11 hari setiap tahun, karena bulan lunar lebih pendek daripada bulan solar. Oleh karena itu, pemandangan bulan sabit bisa berbeda antarnegara, membuat penantian Idul Fitri menjadi momen mendebarkan tahunan bagi umat Islam di seluruh dunia.
Selama 720 jam—setara dengan empat minggu dua hari—umat Islam menjalankan puasa Ramadan dari subuh hingga maghrib. Periode ini didedikasikan untuk perenungan spiritual, berzakat, dan aksi kemanusiaan seperti memberi makan kaum kurang mampu.
Ramadan berakhir dengan malam Lailatul Qadar, malam suci diyakini sebagai saat Al-Quran pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad ﷺ. Diperkirakan jatuh pada malam ke-21, 23, 25, 27, atau 29 Ramadan, malam ini menjadi waktu untuk berdoa dan beribadah intensif jelang Idul Fitri.