Difabel Kini Bisa Operasikan Ponsel Android dengan Senyuman
Muhammad rifai akif
Senin, 27 September 2021 - 14:11 WIB
Figur Android dalam ragam karakter. Google ingin melayani semua segmen pengguna, mendesain dua fitur membantu difabel mengoperasikan ponsel Android lewat gestur wajah. Foto: Langit7.id/Istock
Penyandang disabilitas atau difabel kini dapat mengoperasikan ponsel pintar Android dengan mengangkat alis atau tersenyum.
Dua alat baru, machine learning dan kamera menghadap ke depan ditanamkan dalam ponsel sehingga memungkinkan mendeteksi gerakan wajah dan mata.
Pengguna dapat memindai wajah dengan layar ponsel mereka dan memasukan perintah dengan tersenyum, mengangkat alis, membuka mulut atau melihat ke kiri, kanan atau atas.
“Untuk membuat Android lebih mudah diakses semua orang, kami meluncurkan alat baru yang memudahkan untuk mengontrol ponsel Anda dan berkomunikasi menggunakan gerakan wajah,” kata Google, dilansir dari Japan Times,akhir pekan lalu.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat memperkirakan ada 61 juta orang dewasa di negara itu hidup dengan disabilitas. Kondisi itu mendorong Google, sekaligus kompetitornya, Apple dan Microsoft membuat produk dan layanan lebih mudah diakses oleh mereka.
“Setiap hari, orang menggunakan perintah suara, seperti ‘Hai Google’, atau tangan mereka untuk menavigasi ponsel mereka,” kata raksasa teknologi itu dalam sebuah unggahan blog.
“Namun, fitur itu tak selalu memungkinan bagi orang-orang dengan disabilitas motorik dan bicara yang parah,” ujarnya.
Dua alat baru, machine learning dan kamera menghadap ke depan ditanamkan dalam ponsel sehingga memungkinkan mendeteksi gerakan wajah dan mata.
Pengguna dapat memindai wajah dengan layar ponsel mereka dan memasukan perintah dengan tersenyum, mengangkat alis, membuka mulut atau melihat ke kiri, kanan atau atas.
“Untuk membuat Android lebih mudah diakses semua orang, kami meluncurkan alat baru yang memudahkan untuk mengontrol ponsel Anda dan berkomunikasi menggunakan gerakan wajah,” kata Google, dilansir dari Japan Times,akhir pekan lalu.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat memperkirakan ada 61 juta orang dewasa di negara itu hidup dengan disabilitas. Kondisi itu mendorong Google, sekaligus kompetitornya, Apple dan Microsoft membuat produk dan layanan lebih mudah diakses oleh mereka.
“Setiap hari, orang menggunakan perintah suara, seperti ‘Hai Google’, atau tangan mereka untuk menavigasi ponsel mereka,” kata raksasa teknologi itu dalam sebuah unggahan blog.
“Namun, fitur itu tak selalu memungkinan bagi orang-orang dengan disabilitas motorik dan bicara yang parah,” ujarnya.