Kisah Sufi: Kebijaksanaan yang Diperjualbelikan
Miftah yusufpati
Selasa, 08 April 2025 - 06:00 WIB
Kisah ini menggambarkan, di samping hal lainnya, tema kesukaan Sufi bahwa kebenaran mencoba mewujudkan dirinya sendiri bagi manusia. Ilustrasi: Ist
LANGIT7.ID--Kisah ini dinukil dari buku berjudul "Tales of The Dervishes" karyaIdries Shahyang diterjemahkan Ahmad Bahar menjadi "Harta Karun dari Timur Tengah - Kisah Bijak Para Sufi".
Ada seorang bernama Saifulmuluk yang mempergunakan sebagian hidupnya untuk mencari kebenaran. Dibacanya semua buku tentang kebijaksanaan kuno yang bisa didapatnya. Orang itu pun mengadakan perjalanan ke setiap negeri untuk mendengar pengajaran dari para guru kerohanian. Siang hari ia bekerja, malamnya ia merenungkan Misteri Agung.
Pada suatu hari, ia mendengar tentang seorang guru lain yang belum ditemuinya, Pujangga Agung Ansari, yang tinggal di Kota Herat. Si pencari kebenaran itu pun segera ke sana, dan sampailah ia di depan pintu Sang Bijak. Di pintu itu, berlawanan dengan harapannya, tertera suatu pengumuman aneh: "Di sini Dijual Pengetahuan."
"Pasti ada yang keliru, atau, mungkin pengumuman itu disengaja agar pencari kebenaran yang setengah hati itu mengurungkan niatnya," batinnya, "sebab belum pernah kudengar dikatakan pengetahuan bisa dibeli atau dijual." Lalu, ia pun masuk ke dalam rumah itu.
Di pelataran dalam rumah, tampak Ansari, yang bungkuk karena usia, sedang menulis sajak. "Apakah Saudara datang mau membeli pengetahuan?' tanya Sang Agung. Saiful pun mengangguk. Ansari mengatakan padanya untuk menyediakan sebanyak mungkin uang yang dimilikinya. Lalu, Saiful pun mengeluarkan semua uangnya, sejumlah seratus keping uang perak.
Baca juga: Kisah Sufi: Kisah Maruf Si Tukang Sepatu dan Fatima
"Dengan uang segitu," kata Ansari, "Saudara bisa mendapat tiga nasihat."
Ada seorang bernama Saifulmuluk yang mempergunakan sebagian hidupnya untuk mencari kebenaran. Dibacanya semua buku tentang kebijaksanaan kuno yang bisa didapatnya. Orang itu pun mengadakan perjalanan ke setiap negeri untuk mendengar pengajaran dari para guru kerohanian. Siang hari ia bekerja, malamnya ia merenungkan Misteri Agung.
Pada suatu hari, ia mendengar tentang seorang guru lain yang belum ditemuinya, Pujangga Agung Ansari, yang tinggal di Kota Herat. Si pencari kebenaran itu pun segera ke sana, dan sampailah ia di depan pintu Sang Bijak. Di pintu itu, berlawanan dengan harapannya, tertera suatu pengumuman aneh: "Di sini Dijual Pengetahuan."
"Pasti ada yang keliru, atau, mungkin pengumuman itu disengaja agar pencari kebenaran yang setengah hati itu mengurungkan niatnya," batinnya, "sebab belum pernah kudengar dikatakan pengetahuan bisa dibeli atau dijual." Lalu, ia pun masuk ke dalam rumah itu.
Di pelataran dalam rumah, tampak Ansari, yang bungkuk karena usia, sedang menulis sajak. "Apakah Saudara datang mau membeli pengetahuan?' tanya Sang Agung. Saiful pun mengangguk. Ansari mengatakan padanya untuk menyediakan sebanyak mungkin uang yang dimilikinya. Lalu, Saiful pun mengeluarkan semua uangnya, sejumlah seratus keping uang perak.
Baca juga: Kisah Sufi: Kisah Maruf Si Tukang Sepatu dan Fatima
"Dengan uang segitu," kata Ansari, "Saudara bisa mendapat tiga nasihat."