Selama Pandemi Tercatat 37.706 Kasus Anak Terkonfirmasi COVID-19
Ahmad zuhdi
Senin, 27 September 2021 - 17:19 WIB
Pelaksanaan sekolah tatap muka disarankan bertahao dan sesuai SOP/Foto : LANGIT7
Sepanjang pandemi Covid yang berlangsung sejak Maret 2020 hingga saat ini, tak hanya lansia dan orang dewasa yang menjadi korban, melainkan juga anak-anak.
Berdasarkan studi retrospektif dari data berdasarkan laporan kasus Covid-19 Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) selama Maret-Desember 2020, terdapat 37.706 kasus anak terkonfirmasi Covid.
Mengacu dari angka tersebut, diantara anak-anak terkonfirmasi Covid yang ditangani oleh dokter anak, angka kematian tertinggi pada anak usia 10-18 tahun (26 persen), diikuti 1-5 tahun (23 persen), 29 hari- kurang dari 12bulan (23 persen), 0-28 hari (15 persen), dan 6- kurang dari 10 tahun (13 persen).
Sedangkan penyebab kematian pada anak akibat Covid terbanyak dikarenakan gagal napas, sepsis/syok sepsis, serta penyakit bawaan (komorbid).
Baca Juga : Studi: Gejala Covid-19 Berkembang, Jangan Abaikan 20 Tanda Ini
Ketua Bidang Ilmiah Pengurus Pusat IDAI dr. Antonoius H. Pudjiadi, Sp.A(K), lihat kasus ini karena tidak meratanya deteksi kasus yang menjadi penyebab tingginya kematian pada pasien anak.
“Tidak meratanya deteksi kasus ini terjadi karena: fasilitas tes PCR dan fasilitas kesehatan yang berbeda,” jelas Anton dalam keterangan resminya.
Berdasarkan studi retrospektif dari data berdasarkan laporan kasus Covid-19 Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) selama Maret-Desember 2020, terdapat 37.706 kasus anak terkonfirmasi Covid.
Mengacu dari angka tersebut, diantara anak-anak terkonfirmasi Covid yang ditangani oleh dokter anak, angka kematian tertinggi pada anak usia 10-18 tahun (26 persen), diikuti 1-5 tahun (23 persen), 29 hari- kurang dari 12bulan (23 persen), 0-28 hari (15 persen), dan 6- kurang dari 10 tahun (13 persen).
Sedangkan penyebab kematian pada anak akibat Covid terbanyak dikarenakan gagal napas, sepsis/syok sepsis, serta penyakit bawaan (komorbid).
Baca Juga : Studi: Gejala Covid-19 Berkembang, Jangan Abaikan 20 Tanda Ini
Ketua Bidang Ilmiah Pengurus Pusat IDAI dr. Antonoius H. Pudjiadi, Sp.A(K), lihat kasus ini karena tidak meratanya deteksi kasus yang menjadi penyebab tingginya kematian pada pasien anak.
“Tidak meratanya deteksi kasus ini terjadi karena: fasilitas tes PCR dan fasilitas kesehatan yang berbeda,” jelas Anton dalam keterangan resminya.