Alcaraz Kembali Raih Gelar Pertama di Monte-Carlo Masters1000 dan Bawa Pulang 15,6 Miliar
Sururi al faruq
Ahad, 13 April 2025 - 20:27 WIB
Alcaraz Kembali Raih Gelar Pertama di Monte-Carlo Masters1000 dan Bawa Pulang 15,6 Miliar
LANGIT7.ID-Monte Carlo; Petenis Spanyol Carlos Alcaraz merasa lega karena bisa membuktikan kepada para penggemarnya bahwa ia masih bisa menjadi bintang tenis yang menakutkan para pesaingnya. Musim tournamen 2024 hingga pertengahan 2025, prestasi Alcaraz sempat drop karena sering gagal di babak babak awal.
Tapi kini, Carlos Alcaraz sukses meraih gelar ATP Masters 1000 keenamnya dan yang pertama dalam 13 bulan terakhir pada hari Minggu di Rolex Monte-Carlo Masters. Sukses Alcaraz ini setelah ia mengalahkan petenis Italia, Lorenzo Musetti yang mengalami masalah fisik.
Petenis Spanyol berusia 21 tahun itu menampilkan permainan yang tenang dan memanfaatkan kondisi fisik Musetti yang terganggu di set ketiga untuk menang dengan skor 3-6, 6-1, 6-0 di hadapan penonton yang memadati Court Rainier III.
"Ini bukan cara yang kuinginkan untuk memenangkan pertandingan," kata Alcaraz. "Aku memikirkan Lorenzo, dia melewati minggu yang berat dengan pertandingan-pertandingan panjang. Aku turut bersimpati. Ini salah satu hasil terbaiknya, dan berakhir seperti ini tentu tidak mudah. Semoga tidak serius dan dia bisa pulih sepenuhnya."
Alcaraz tiba di Monte-Carlo setelah tersingkir di babak kedua di Miami. Kembali bermain di tanah liat, pemain 21 tahun itu menemukan ritmenya kembali dengan kemenangan ketat tiga set atas Francisco Cerundolo dan Arthur Fils, serta kemenangan langsung atas Daniel Altmaier dan Alejandro Davidovich Fokina.
"Aku sangat senang bisa memenangkan Monte-Carlo untuk pertama kalinya. Minggu ini sangat berat dengan banyak situasi sulit," ujar Alcaraz. "Aku bangga dengan caraku menghadapi semuanya. Ini bulan yang sulit bagiku, jadi datang ke sini dan melihat kerja keras membuahkan hasil membuatku bahagia."
Dalam final Masters 1000 kedua musim ini yang mempertemukan dua pemain kelahiran tahun 2000-an, Alcaraz mengandalkan pengalaman di pertandingan besar. Setelah menang di Roland Garros dan meraih medali perak di Olimpiade Paris di tanah liat tahun lalu, petenis Spanyol itu tetap tenang dalam kondisi dingin dan lapangan lambat untuk meraih gelar Masters 1000 ketiganya di tanah liat (Madrid ’22, ’23).
Tapi kini, Carlos Alcaraz sukses meraih gelar ATP Masters 1000 keenamnya dan yang pertama dalam 13 bulan terakhir pada hari Minggu di Rolex Monte-Carlo Masters. Sukses Alcaraz ini setelah ia mengalahkan petenis Italia, Lorenzo Musetti yang mengalami masalah fisik.
Petenis Spanyol berusia 21 tahun itu menampilkan permainan yang tenang dan memanfaatkan kondisi fisik Musetti yang terganggu di set ketiga untuk menang dengan skor 3-6, 6-1, 6-0 di hadapan penonton yang memadati Court Rainier III.
"Ini bukan cara yang kuinginkan untuk memenangkan pertandingan," kata Alcaraz. "Aku memikirkan Lorenzo, dia melewati minggu yang berat dengan pertandingan-pertandingan panjang. Aku turut bersimpati. Ini salah satu hasil terbaiknya, dan berakhir seperti ini tentu tidak mudah. Semoga tidak serius dan dia bisa pulih sepenuhnya."
Alcaraz tiba di Monte-Carlo setelah tersingkir di babak kedua di Miami. Kembali bermain di tanah liat, pemain 21 tahun itu menemukan ritmenya kembali dengan kemenangan ketat tiga set atas Francisco Cerundolo dan Arthur Fils, serta kemenangan langsung atas Daniel Altmaier dan Alejandro Davidovich Fokina.
"Aku sangat senang bisa memenangkan Monte-Carlo untuk pertama kalinya. Minggu ini sangat berat dengan banyak situasi sulit," ujar Alcaraz. "Aku bangga dengan caraku menghadapi semuanya. Ini bulan yang sulit bagiku, jadi datang ke sini dan melihat kerja keras membuahkan hasil membuatku bahagia."
Dalam final Masters 1000 kedua musim ini yang mempertemukan dua pemain kelahiran tahun 2000-an, Alcaraz mengandalkan pengalaman di pertandingan besar. Setelah menang di Roland Garros dan meraih medali perak di Olimpiade Paris di tanah liat tahun lalu, petenis Spanyol itu tetap tenang dalam kondisi dingin dan lapangan lambat untuk meraih gelar Masters 1000 ketiganya di tanah liat (Madrid ’22, ’23).