DWP KBRI Tokyo Promosikan Batik Indigo dari Indonesia
Garry Talentedo Kesawa
Selasa, 28 September 2021 - 11:12 WIB
Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo menunjukkan hasil karya Shibori. Foto: LANGIT7/DWP KBRI Tokyo
Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo mempelajari teknik pembuatan kain Shibori Jepang di Wisma Duta KBRI Tokyo, Senin (27/9/2021).
Dalam kesempatan yang sama, Ketua DWP KBRI Tokyo Nuning Akhmadi mempromosikan batik indigo yang menurutnya sudah menjadi bagian penting dari kekayaan budaya Indonesia. Batik indigo juga dinilai memiliki kesamaan warna dengan warna kain Shibori yang diminati oleh masyarakat Jepang.
"Batik indigo mempunyai peranan penting di dalam kebudayaan kita dan keseharian kita. Begitu juga Shibori yang menjadi bagian yang sangat penting di dalam kehidupan orang Jepang," tambah Nuning Akhmadi yang saat itu mengenakan batik indigo.
Baca Juga : Usung Program Go Green, KBRI Seoul Resmi Gunakan Mobil Listrik
Kegiatan yang diikuti pengurus dan anggota DWP KBRI Tokyo ini dipandu oleh ahli Shibori dari Jepang Sensei Cozo Cazama. Ia mengaku senang dapat berkesempatan memperkenalkan teknik pembuatan kain Shibori Jepang dengan bahan pewarna alami.
"Saya sangat senang sekali. Saya tidak menyangka semuanya menyenangi Shibori. Ibu Dubes menyambut saya dengan sangat hangat. Saya sangat berterimakasih," ujar Sensei Cozo Cazama.
Pembuatan Shibori menggunakan teknik ikat dan celup menggunakan pewarna biru alami. Teknik ini mirip dengan pembuatan kain jumputan khas Palembang.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua DWP KBRI Tokyo Nuning Akhmadi mempromosikan batik indigo yang menurutnya sudah menjadi bagian penting dari kekayaan budaya Indonesia. Batik indigo juga dinilai memiliki kesamaan warna dengan warna kain Shibori yang diminati oleh masyarakat Jepang.
"Batik indigo mempunyai peranan penting di dalam kebudayaan kita dan keseharian kita. Begitu juga Shibori yang menjadi bagian yang sangat penting di dalam kehidupan orang Jepang," tambah Nuning Akhmadi yang saat itu mengenakan batik indigo.
Baca Juga : Usung Program Go Green, KBRI Seoul Resmi Gunakan Mobil Listrik
Kegiatan yang diikuti pengurus dan anggota DWP KBRI Tokyo ini dipandu oleh ahli Shibori dari Jepang Sensei Cozo Cazama. Ia mengaku senang dapat berkesempatan memperkenalkan teknik pembuatan kain Shibori Jepang dengan bahan pewarna alami.
"Saya sangat senang sekali. Saya tidak menyangka semuanya menyenangi Shibori. Ibu Dubes menyambut saya dengan sangat hangat. Saya sangat berterimakasih," ujar Sensei Cozo Cazama.
Pembuatan Shibori menggunakan teknik ikat dan celup menggunakan pewarna biru alami. Teknik ini mirip dengan pembuatan kain jumputan khas Palembang.