Konsumsi Makanan Seimbang Jadi Kunci Melawan Obesitas
Fajar adhitya
Jum'at, 18 April 2025 - 23:45 WIB
Foto: Freepik.com
LANGIT7.ID-Jakarta; Kasus obesitas di Indonesia mengalami peningkatan signifikan dalam dua dekade terakhir. Pergeseran pola makan masyarakat dari makanan tradisional ke produk olahan yang tinggi lemak dan gula menjadi salah satu penyebab utama.
Masalah ini tidak hanya terjadi di kalangan rumah tangga kaya, tetapi juga meluas ke masyarakat berpenghasilan rendah.
Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi makanan ultra-olahan, seperti mi instan dan minuman manis, berkontribusi pada peningkatan kadar protein C-reaktif, penanda risiko kardiovaskular. Selain itu, konsumsi soda secara khusus sangat terkait dengan obesitas pada pria dewasa.
Pakar nutrisi Susan Bowerman yang merupakan direktur pendidikan nutrisi global Herbalife dalam keterangannya mengatakan bahwa pola makan seimbang dengan filosofi "40-30-30" dapat menjadi solusi.
"Filosofi ini menekankan komposisi ideal, yaitu 40 persen karbohidrat, 30 persen protein, dan 30 persen lemak sehat," ujarnya.
Menurutnya, menemukan keseimbangan nutrisi dan mengembangkan kebiasaan sehat adalah langkah penting untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.
Pola makan seimbang mencakup tujuh elemen penting mulai dari protein hingga serat. Protein diperlukan untuk membangun dan memelihara jaringan tubuh, sementara karbohidrat menjadi sumber energi utama.
Masalah ini tidak hanya terjadi di kalangan rumah tangga kaya, tetapi juga meluas ke masyarakat berpenghasilan rendah.
Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi makanan ultra-olahan, seperti mi instan dan minuman manis, berkontribusi pada peningkatan kadar protein C-reaktif, penanda risiko kardiovaskular. Selain itu, konsumsi soda secara khusus sangat terkait dengan obesitas pada pria dewasa.
Pakar nutrisi Susan Bowerman yang merupakan direktur pendidikan nutrisi global Herbalife dalam keterangannya mengatakan bahwa pola makan seimbang dengan filosofi "40-30-30" dapat menjadi solusi.
"Filosofi ini menekankan komposisi ideal, yaitu 40 persen karbohidrat, 30 persen protein, dan 30 persen lemak sehat," ujarnya.
Menurutnya, menemukan keseimbangan nutrisi dan mengembangkan kebiasaan sehat adalah langkah penting untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.
Pola makan seimbang mencakup tujuh elemen penting mulai dari protein hingga serat. Protein diperlukan untuk membangun dan memelihara jaringan tubuh, sementara karbohidrat menjadi sumber energi utama.