Fadli Zon: Museum Tubuh di Jatim Park 1 adalah Laboratorium Budaya Masa Depan, Bukan Sekadar Tempat Liburan
Tim langit 7
Ahad, 20 April 2025 - 14:41 WIB
Fadli Zon: Museum Tubuh di Jatim Park 1 adalah Laboratorium Budaya Masa Depan, Bukan Sekadar Tempat Liburan
LANGIT7.ID-Jakarta;Kunjungan Menteri Kebudayaan Fadli Zon ke Museum Tubuh di Jatim Park 1, Kota Batu, Jawa Timur, Minggu (20/4), menghadirkan sudut pandang baru tentang masa depan museum di Indonesia. Dalam sambutannya yang penuh apresiasi, Fadli menyebut Museum Tubuh sebagai laboratorium budaya masa depan yang tidak hanya menyuguhkan edukasi ilmiah, tetapi juga membentuk kesadaran baru terhadap tubuh manusia sebagai bagian dari warisan kebudayaan bangsa.
“Biasanya kita belajar tentang tubuh manusia dari buku teks atau gambar. Tapi di sini, jalur penceritaannya dibuat begitu hidup dan menarik. Dari kepala hingga kaki, pengunjung diajak memahami anatomi tubuh secara visual, naratif, bahkan emosional,” kata Fadli dalam keterangannya.
Baca juga: Menteri Kebudayaan Fadli Zon: 19 April Ditetapkan Sebagai Hari Keris Nasional
Museum Tubuh atau The Bagong Adventure Human Body Museummemang berbeda. Dengan pendekatan interaktif, edukatif, dan menyenangkan, museum ini menyajikan organ-organ tubuh manusia secara utuh dan lengkap—mulai dari jantung, hati, paru-paru, hingga sistem saraf. Fadli menyebut pendekatan ini sebagai revolusi edukasi budaya, di mana tubuh manusia tidak hanya dipelajari dari aspek medis, tetapi juga diselami dari sisi filosofi dan kearifan lokal.
“Ini bukan sekadar wisata edukatif, ini adalah gerakan literasi anatomi bangsa. Pemahaman tubuh yang baik adalah langkah awal mencintai diri sendiri, dan mencintai budaya yang melahirkan kita,” ujarnya.
Fadli menyoroti storytelling sebagai kekuatan utama museum ini. Setiap bagian tubuh dihadirkan dengan alur cerita yang memudahkan pengunjung—terutama generasi muda—untuk memahami kompleksitas anatomi secara kontekstual. “Museum ini bukan sekadar tempat melihat koleksi. Ini tempat mengalami. Dari desain, teknologi, hingga atmosfer ruangnya, semua didesain agar pengunjung bisa terhubung dengan tubuhnya sendiri,” jelasnya.
Data terbaru menunjukkan bahwa Museum Tubuh menarik rata-rata 10.000 pengunjung per hari. Bagi Fadli, angka ini membuktikan bahwa publik semakin haus akan bentuk wisata edukasi yang berkualitas. Ia berharap konsep serupa bisa menjadi inspirasi bagi museum-museum lain di Indonesia.
“Biasanya kita belajar tentang tubuh manusia dari buku teks atau gambar. Tapi di sini, jalur penceritaannya dibuat begitu hidup dan menarik. Dari kepala hingga kaki, pengunjung diajak memahami anatomi tubuh secara visual, naratif, bahkan emosional,” kata Fadli dalam keterangannya.
Baca juga: Menteri Kebudayaan Fadli Zon: 19 April Ditetapkan Sebagai Hari Keris Nasional
Museum Tubuh atau The Bagong Adventure Human Body Museummemang berbeda. Dengan pendekatan interaktif, edukatif, dan menyenangkan, museum ini menyajikan organ-organ tubuh manusia secara utuh dan lengkap—mulai dari jantung, hati, paru-paru, hingga sistem saraf. Fadli menyebut pendekatan ini sebagai revolusi edukasi budaya, di mana tubuh manusia tidak hanya dipelajari dari aspek medis, tetapi juga diselami dari sisi filosofi dan kearifan lokal.
“Ini bukan sekadar wisata edukatif, ini adalah gerakan literasi anatomi bangsa. Pemahaman tubuh yang baik adalah langkah awal mencintai diri sendiri, dan mencintai budaya yang melahirkan kita,” ujarnya.
Fadli menyoroti storytelling sebagai kekuatan utama museum ini. Setiap bagian tubuh dihadirkan dengan alur cerita yang memudahkan pengunjung—terutama generasi muda—untuk memahami kompleksitas anatomi secara kontekstual. “Museum ini bukan sekadar tempat melihat koleksi. Ini tempat mengalami. Dari desain, teknologi, hingga atmosfer ruangnya, semua didesain agar pengunjung bisa terhubung dengan tubuhnya sendiri,” jelasnya.
Data terbaru menunjukkan bahwa Museum Tubuh menarik rata-rata 10.000 pengunjung per hari. Bagi Fadli, angka ini membuktikan bahwa publik semakin haus akan bentuk wisata edukasi yang berkualitas. Ia berharap konsep serupa bisa menjadi inspirasi bagi museum-museum lain di Indonesia.