home global news

Indonesia Alihkan Fokus Impor ke Amerika Serikat, Gandum hingga LNG Masuk Daftar

Ahad, 27 April 2025 - 14:01 WIB
Menteri Keuangan, Sri Mulyani. Foto: Istimewa
LANGIT7.ID-Jakarta;Indonesia terus memperkuat hubungan dagangnya dengan Amerika Serikat melalui pengalihan sumber impor di sektor energi dan pertanian. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, pemerintah berencana meningkatkan pembelian minyak, gas alam cair (LNG), serta komoditas pangan seperti gandum, kedelai, dan jagung dari AS.

Dalam wawancara di Washington DC, Sri Mulyani menjelaskan bahwa meskipun Indonesia memiliki sumber minyak dan gas domestik, kapasitas produksi yang ada belum mampu sepenuhnya memenuhi permintaan dalam negeri. Kondisi ini mendorong pemerintah untuk mencari alternatif pasokan dari negara mitra.

“Jadi ini semua adalah area di mana kita tentu dapat melakukan outsourcing minyak dan gas dari Amerika Serikat, termasuk produk Boeing dan sebagainya,” kata Sri, dalam keterangan resmi, Minggu (27/4/2025).

Pergeseran fokus impor tidak hanya berlaku di sektor energi. Menurut Sri Mulyani, produk pertanian Amerika Serikat selama ini sudah berkontribusi penting terhadap ketahanan pangan nasional. Gandum, kedelai, dan jagung menjadi produk utama yang secara konsisten diimpor dari AS, di samping dari negara lain. Ke depan, pemerintah ingin memperkuat posisi AS sebagai mitra utama untuk memperkecil kesenjangan pasokan.

Sementara itu, Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menambahkan bahwa strategi pengalihan impor ini akan dilakukan dengan hati-hati agar tidak mengganggu program swasembada pangan yang saat ini digencarkan pemerintah. Menurutnya, langkah ini justru akan memperkokoh ketahanan pangan nasional dengan basis sumber daya yang lebih stabil.

Langkah Indonesia untuk mengalihkan sebagian besar fokus impor ke Amerika Serikat juga menjadi bagian dari negosiasi perdagangan yang lebih luas, termasuk pembicaraan mengenai tarif dagang di antara kedua negara.
(lam)
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya