Memasuki Usia Emas, RSI AYani Surabaya Tingkatkan Daya Saing Inovasi
Tim langit 7
Senin, 28 April 2025 - 09:36 WIB
Ketua Yayasan Rumah Sakit Islam Surabaya (Yarsis) Prof Mohammad Nuh
Rumah Sakit Islam Surabaya Ahmad Yani (RSI AYani) genap berusia 50 tahun. Rumah sakit di bawah Yayasan Rumah Sakit Islam Surabaya (Yarsis) itu akan fokus pada 50 tahun ke depan. Salah satunya meningkatkan daya saing inovasi
Menurut Ketua Yarsis, Prof Mohammad Nuh, tidak mudah bagi rumah sakit untuk bisa mencapai 50 tahun. "Alhamdulillah bisa mencapai usia emas. Ada rumah sakit yang baru berusia 10 tahun yang sudah selesai, ada yang 20 tahun selesai. Sekarang kita sedang menyiapkan usia 50 tahun ke depan," ujar Prof Nuh di sela perayaan Harlah Emas ke-50, Menyempurnakan Khidmat untuk Umat, Melejit Menuju Kejayaan, Minggu (27/4)2025).
Prof Nuh menambahkan, 50 tahun ke depan, layanan kesehatan semakin komplek. Karenanya harus terus belajar dan meningkatkan daya saing inovasi.
Menurut Prof Nuh, ada tiga hal yang nantinya akan dikembangkan :
Pertama adalah up skilling atau penguatan di sumber daya manusia (SDM), baik itu tenaga medis dan non medis. Untuk para dokternya tidak cukup spesialis tapi harus yang sub spesialis. Juga akan menambah center-center unggulan.
Kedua yang harus terus dikembangkan kata Prof Nuh adalah infrastruktur. Infrastruktur ini di samping bangunan fisik juga diimbangi dengan peralatan-peralatan canggih lagi.
"Dua gedung kita itu sudah penuh. Kita lihat kalau setiap pagi, antre orang berobat. Karenanya kita akan bekerjasama dengan muslimah dan pondok putri untuk memanfaatkan lahan yang ada. Nanti di atas bangunan pondok akan kita buat layanan kesehatan," kata Prof Nuh.
Menurut Ketua Yarsis, Prof Mohammad Nuh, tidak mudah bagi rumah sakit untuk bisa mencapai 50 tahun. "Alhamdulillah bisa mencapai usia emas. Ada rumah sakit yang baru berusia 10 tahun yang sudah selesai, ada yang 20 tahun selesai. Sekarang kita sedang menyiapkan usia 50 tahun ke depan," ujar Prof Nuh di sela perayaan Harlah Emas ke-50, Menyempurnakan Khidmat untuk Umat, Melejit Menuju Kejayaan, Minggu (27/4)2025).
Prof Nuh menambahkan, 50 tahun ke depan, layanan kesehatan semakin komplek. Karenanya harus terus belajar dan meningkatkan daya saing inovasi.
Menurut Prof Nuh, ada tiga hal yang nantinya akan dikembangkan :
Pertama adalah up skilling atau penguatan di sumber daya manusia (SDM), baik itu tenaga medis dan non medis. Untuk para dokternya tidak cukup spesialis tapi harus yang sub spesialis. Juga akan menambah center-center unggulan.
Kedua yang harus terus dikembangkan kata Prof Nuh adalah infrastruktur. Infrastruktur ini di samping bangunan fisik juga diimbangi dengan peralatan-peralatan canggih lagi.
"Dua gedung kita itu sudah penuh. Kita lihat kalau setiap pagi, antre orang berobat. Karenanya kita akan bekerjasama dengan muslimah dan pondok putri untuk memanfaatkan lahan yang ada. Nanti di atas bangunan pondok akan kita buat layanan kesehatan," kata Prof Nuh.