LANGIT7.ID-Jakarta; Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) bersama PT Henan Putihrai Asset Management (Henan Asset) meresmikan sarana Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) di Kecamatan Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, Rabu (6/5). Program ini menyasar penyediaan akses air bersih dan sanitasi layak bagi masyarakat prasejahtera.
Peresmian STBM di Marunda ini merupakan serangkaian program pembangunan sanitasi dan tempat wudu yang tersebar di 10 titik di DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat dengan total anggaran Rp581 juta.
Peresmian ini dihadiri Deputi II BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Dr. KH. M. Imdadun Rahmat, M.Si., Kepala Divisi Penyaluran UPZ dan CSR Ajat Sudarjat, Kepala Divisi Zakat Perusahaan Argo Sayoto, Senior Vice President Henan Asset Management, Ari Citra Asmara, Ketua DPS Henan Asset Management Prof. Dr. Mohammad Baharun, S.H., M.A., anggota DPS Dr. Rofiqul Umam, S.H., M,H., Wakil Ketua BAZNAS (BAZIS) DKI Dr. KH. A. Nur Alam Bakhtir, M.A., Kasubbag TU Kemenag Kota Jakarta Utara Mursidih, MM, Camat Cilincing, Depika Romadi, Lurah Marunda Victor Hotma Parulian Deo, dan Ketua Masjid Jami Attausiyah M. Agus Muslim.
Deputi II BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Dr. KH. M. Imdadun Rahmat, M.Si., menjelaskan program STBM ini bersumber dari Dana Sosial Keagamaan Lainnya (DSKL) yang berasal dari dana CSR Henan Asset Management sebesar Rp581 juta.
“Semoga dana CSR ini menjadi bagian dari ikhtiar kita semua untuk membantu masyarakat,” ujar Imdad di Marunda, dalam keterangan resmi, dikutip Jumat (8/5/2026).
Imdad melanjutkan, pendistribusian STBM ini dilakukan secara serentak di 10 titik di Provinsi DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat. Sasarannya adalah daerah yang betul-betul membutuhkan, sehingga masyarakat memiliki akses ke air bersih dan sarana untuk bersuci yang layak.
“Lokasinya ada di komplek pemukiman, di pondok pesantren, musala dan lembaga pendidikan, dan kita nilai mereka sangat membutuhkan. Jadi kami mengucapkan terima kasih kepada Henan Asset yang hingga kini menjadi mitra yang dapat diandalkan dalam mensuport program BAZNAS untuk kesejahteraan dan kesehatan para mustahik,” ujar Imdad.
Imdad menambahkan, fokus BAZNAS adalah mendukung masyarakat kurang beruntung agar bisa mengakses air bersih, sehingga aktivitas pendidikan dan ibadah berjalan dengan baik dan lancar. “Wudunya nyaman, istinjanya nyaman, ibadahnya makin khusyuk, dan semoga masjidnya makin ramai, makin bermanfaat dan berkah,” kata Imdad.
Senior Vice President Henan Asset Management, Ari Citra Asmara menegaskan komitmen perusahaan untuk menyalurkan dana CSR secara tepat guna. “Dengan bangga kami bisa hadir di sini untuk memberikan kontribusi dalam peresmian program STBM. Kami terus berkomitmen mendukung penyediaan akses air bersih bagi masyarakat,” ujar Ari.
Menurutnya, keberhasilan sebuah institusi tidak hanya diukur dari kinerja bisnis, tetapi juga dari nilai manfaatnya dan kontribusinya kepada masyarakat. “Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi masyarakat, dan sebuah usaha tidak akan berjalan optimal jika tidak dibarengi dengan tanggung jawab sosial yang berhasil. Itulah yang menjadi latar belakang kami,” ujar Ari.
Ari juga menyampaikan terima kasih kepada BAZNAS yang sejak lama menjadi mitra terpercaya Henan Asset Management dalam membantu menyalurkan aksi kemanfaatan bagi masyarakat.
“Kami melihat BAZNAS adalah salah satu lembaga yang dapat diaudit dan sangat akuntabel. Bahkan, kami sudah bekerja sama cukup lama dengan BAZNAS dalam berbagai kegiatan lainnya. Karena itu mewakili Henan Asset, saya menyampaikan terima kasih kepada BAZNAS yang telah membantu kami menyalurkan kebaikan ini. Semoga apa yang kita lakukan bermanfaat bagi semua warga,” ujarnya.
Ketua Masjid Jami Attausiyah M. Agus Muslim menyampaikan terima kasih kepada BAZNAS RI dan Henan Asset atas pembangunan sanitasi dan area wudu di lingkungan masjid. Menurutnya program STBM ini sangat bermanfaat bagi para pelajar dan masyarakat sekitar yang sering beraktivitas di masjid.
“Sebelumnya kalau mau wudu atau menggunakan toilet itu selalu antre panjang, tetapi sejak dibangun 2 kamar kecil dan tempat wudu jadi tidak begitu antre lagi. Masyarakat senang, murid-murid juga senang,” kata Agus.
(lam)