home global news

Lindungi Penderes, Pemkab Banyumas Berikan Asuransi sampai Alat Keselamatan atau Safety Belt

Jum'at, 02 Mei 2025 - 13:35 WIB
Potret penderes sedang bekerja. (foto: inikebumen.net)
LANGIT7.ID-Penderes atau penyadap nira menjadi pekerjaan penuh berisiko yang dijalani sebagian masyarakat wilayah Kabupaten Banyumas.

Dengan tinggi pohon rata-rata mencapai 12 meter, saban hari penderes bekerja dengan penuh risiko.

Dari data 2014-2019 sekitar 700 penderes jatuh dari pohon kelapa. Berdasarkan catatan dari Kesra Setda Kabupaten Banyumas untuk 2017 hingga Oktober 2019 saja terdapat 323 kasus kecelakaan penderes terjatuh, dengan 236 penderes cacat dan 87 di antaranya meninggal dunia.

Penderes menjadi tumpuan utama bisnis gula kelapa di wilayah Banyumas, yang saat ini sudah menembus ekspor untuk produk gula kristal atau semut.

Kamis (1/5/2025) kemarin petani atau penderes gula kelapa di wilayah Desa Langgongsari, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, sukses mengekspor 18,5 ton gula kristal ke Hungaria. Nilai ekspor mencapai USD30.000 atau sekitar Rp584 juta.

Perlindungan kepada penderes

Demi memberikan perlindungan kepada penderes, pemerintah kabupaten Banyumas sudah mengeluarkan sejumlah kebijakan.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya