home sosok muslim

Rahayu Oktaviani, Perempuan Penjaga Owa Jawa yang Kini Menginspirasi Dunia

Ahad, 04 Mei 2025 - 21:28 WIB
Rahayu Oktaviani, Perempuan Penjaga Owa Jawa yang Kini Menginspirasi Dunia
LANGIT7.ID–Jakarta; Di tengah tantangan krisis lingkungan dan ancaman kepunahan satwa, muncul sosok perempuan Indonesia yang berhasil menunjukkan bahwa kepedulian dan ketekunan bisa membawa perubahan nyata—bahkan hingga tingkat dunia. Dialah Rahayu Oktaviani (Ayu), peneliti dan aktivis konservasi yang telah mendedikasikan hidupnya untuk melindungi owa Jawa, primata endemik yang kini semakin langka.

Lebih dari 15 tahun Ayu terjun langsung ke lapangan untuk mempelajari dan melestarikan primata bersuara merdu ini. Perjuangan panjang itu kini membuahkan penghargaan internasional bergengsi, Whitley Awards, yang juga dikenal sebagai Oscar Hijau.

“Dari situ saya rasa, saya punya mimpi bahwa saya harus berupaya membantu upaya pelestarian owa Jawa ini,” tutur Ayu mengenang awal semangatnya melindungi suara alam Pulau Jawa.

Owa Jawa, satu-satunya spesies kera kecil yang tersisa di Pulau Jawa, kini hanya tinggal sekitar 2.000 hingga 4.000 individu. Hutan tempat mereka hidup kian menyempit akibat ekspansi permukiman, pembukaan lahan, hingga fragmentasi habitat. Ayu melihat langsung ancaman itu saat melakukan penelitian di Taman Nasional Gunung Halimun Salak—rumah bagi hampir setengah populasi owa Jawa.

Melalui Yayasan KIARA (Konservasi Ekosistem Alam Nusantara) yang ia dirikan bersama teman-temannya, Ayu mengusung pendekatan berbasis masyarakat dalam konservasi. Ia menggandeng warga desa untuk turut menjaga hutan, menjadi asisten peneliti, hingga mendirikan kelas konservasi anak-anak di sekolah dasar sekitar kawasan.

Tak berhenti di situ, Ayu juga menginisiasi Ambu Halimun, program pemberdayaan perempuan desa lewat pelatihan ecoprint dan literasi keuangan. Kini, para ibu rumah tangga di Kampung Citalahab bukan hanya menjaga alam, tapi juga bisa mandiri secara ekonomi.

“(Ambu Halimun) mengisi kekosongan aktivitas kami. (Saat) ada tamu, alhamdulillah dapet ilmu, banyak kenalan juga,” tutur Yuliana, ketua komunitas Ambu Halimun.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya