Waspada Kanker Hati, Si Pembunuh Senyap
Muhammad rifai akif
Rabu, 29 September 2021 - 09:02 WIB
Ilustrasi liver atau hati manusia. Kanker Hati menjadi penyebab kematian ke-5 akibat kanker di Indonesia Foto: Langit7.id/Istock
Kanker hati termasuk penyebab lima besar kematian di Indonesia yang perlu diwaspadai. Ia disebut sebagai si pembunuh dalam senyap karena tidak memiliki gejala khas
Kondisi tanpa gejala yang dikenali membuat pasien terlambat untuk mengobatinya lantaran penyakit sudah memburuk.
Ketua Pengurus Besar Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia dr. Irsan Hasan menjelaskan, kanker hati merupakan penyebab kematian akibat kanker keempat tertinggi di dunia.
Di Tanah Air, kanker hati berada di urutan ke-5 yang banyak diderita pasien kanker keseluruhan. Kanker ini juga di posisi ketiga kanker yang banyak diidap laki-laki.
Dia mengatakan, tidak ada peningkatan signifikan harapan hidup pasien kanker hati pada periode 1998-1999 dibandingkan dengan periode 2013-2014.
"Alasannya banyak pasien terlambat untuk mencari pengobatan," kata Irsan dalam sebuah webinar kesehatan, Selasa.
Salah satu faktor yang menyebabkan penanganan terlambat adalah pasien tidak menyadari bahwa dirinya mengidap hepatitis. Padahala saat ini, menurutnya, minimal satu dari 10 penduduk Indonesia mengidap hepatitis.
Kondisi tanpa gejala yang dikenali membuat pasien terlambat untuk mengobatinya lantaran penyakit sudah memburuk.
Ketua Pengurus Besar Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia dr. Irsan Hasan menjelaskan, kanker hati merupakan penyebab kematian akibat kanker keempat tertinggi di dunia.
Di Tanah Air, kanker hati berada di urutan ke-5 yang banyak diderita pasien kanker keseluruhan. Kanker ini juga di posisi ketiga kanker yang banyak diidap laki-laki.
Dia mengatakan, tidak ada peningkatan signifikan harapan hidup pasien kanker hati pada periode 1998-1999 dibandingkan dengan periode 2013-2014.
"Alasannya banyak pasien terlambat untuk mencari pengobatan," kata Irsan dalam sebuah webinar kesehatan, Selasa.
Salah satu faktor yang menyebabkan penanganan terlambat adalah pasien tidak menyadari bahwa dirinya mengidap hepatitis. Padahala saat ini, menurutnya, minimal satu dari 10 penduduk Indonesia mengidap hepatitis.